Batam (ANTARA News) - Ketua Rombongan DPRD Tangerang Selatan, Gacho Suharso, mengatakan hingga Kamis sekitar pukul 21.00 WIB, tidak ada tanda-tanda Abdul Rohim sakit, sebelum anggota Komisi C dari Fraksi Golkar itu dinyatakan meninggal di Batam pada Jumat subuh.

"Hingga ia masuk kamar sekitar pukul 21.00 WIB tidak ada tanda-tanda kalau ia sakit," kata Gacho di Polsek Batam Kota setelah memberikan keterangan pada polisi, Jumat siang.

Menurut Suharso, ia dan rombongan anggota DPRD Tangerang Selatan lainnya sekitar pukul 19.00 WIB makan bersama di Pondok Kuring, kemudian ngobrol di lobi hotel untuk menyusun rencana kunjungan ke DPRD Kota Batam.

"Kami masih ngobrol-ngobrol biasa, tidak ada perbedaan sama sekali," kata dia.

Setelah semua istirahat, kata Gacho, pada Jumat sekitar pukul 03.30 WIB ia mendapat pesan telepon dari rekannya yang menyatakan Abdul Rohim sakit.

"Mereka bilang sudah di lobi. Ketika saya turun, Abdul Rohim sudah diberangkatkan ke rumah sakit (RS Awal Bros/RSAB)," ucapnya.

Gacho menyatakan, bergegas menuju RSAB, dan saat tiba Abdul Rohim tengah dirawat di ruang gawat darurat.

"Tak beberapa lama kemudian dokter ke luar, menyatakan bahwa korban meninggal," kata ketua Rombongan DPRD Tangerang Selatan.

Polisi yang datang ke RSAB langsung membawa jenazah ke RS Otorita Batam di Sekupang untuk diidentifikasi.

Kini kepolisian menengarai Abdul Rohim tewas akibat penganiayaan karena ditemukan luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.  

"Pada kening, kedua tangan, perut, mulut korban penuh dengan luka. Pada tubuh korban juga penuh dengan pasir," kata Kapolsek Batam Kota AKP Heryana usai melakukan identifikasi korban di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) Sekupang.  

Hingga Jumat siang polisi belum memberikan keterangan secara pasti penyebab meninggalnya Abdul Rohim.

(ANT/L/Btm1)