Gubernur Riau pamit kepada masyarakat
Minggu, 18 Februari 2024 6:04 WIB
Salah satu baliho Gubernur Riau Edy Natar Nasution saat berpamitan dengan menyapa masyarakat menjelang masa jabatannya berakhir pada 20 Februari 2024. ANTARA/Bayu Agustari Adha.
Pekanbaru, (ANTARA) - Gubernur Riau H Edy Natar Nasution berpamitan dengan seluruh masyarakat di daerahnya secara langsung, juga melalui media luar ruang menjelang masa jabatannya berakhir pada 20 Februari 2024 .
“Jika tangan tidak sampai untuk saling berjabat, maka saya ingin menyapa untuk mohon pamit sekaligus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau yang saya cintai,” kata Edy Natar Nasution di Pekanbaru, Sabtu.
Ucapan mohon pamit tersebut disampaikannya karena masa baktinya yang akan berakhir, setelah sebelumnya sebagai wakil gubernur dan menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Riau menggantikan Syamsuar yang mundur karena ikut pemilihan calon anggota legislatif.
"Permintaan maaf jika ada kekurangan yang dirasakan selama saya memimpin Riau," katanya.
Setidaknya ada tiga hal yang ingin disampaikan Edy Natar Nasution untuk seluruh warga Riau. Pertama, mohon pamit, kedua permintaan maaf, dan ketiga pesan untuk warga yang beragama Islam agar tidak meninggalkan shalat berjemaah.
Ketiga hal itu disebar melalui baliho dan papan reklame yang dipasang di ratusan titik di seluruh kabupaten/kota se-Riau baik dalam ukuran besar, sedang maupun kecil, menyebar hingga ke ceruk-ceruk kampung. Alasannya dia ingin menyapa seluruh lapisan masyarakat baik yang tinggal di kota, di desa-desa, di kawasan perkebunan tanpa terkecuali dan tidak dibeda-bedakan.
“Masyarakat Riau selalu ada dalam pikiran dan hati saya selamanya,” kata Edy Nasution yang juga Brigjen TNI (Purn) itu.
Permohonan pamit Edy Nasution di kawasan perkotaan dipasang menggunakan papan reklame, sedangkan di simpang-simpang yang tidak memiliki media tersebut dipasang menggunakan papan. Terlihat ucapan pamit Edy di simpang-simpang jalan sejak Kamis (15/2/2024) kemarin.
“Gubri Edy Nasution pamit. Maaf atas kekurangan selama saya memimpin Riau. Jangan tinggalkan sholat berjemaah,” begitu tulisan yang tertera di setiap baliho itu.
“Jika tangan tidak sampai untuk saling berjabat, maka saya ingin menyapa untuk mohon pamit sekaligus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau yang saya cintai,” kata Edy Natar Nasution di Pekanbaru, Sabtu.
Ucapan mohon pamit tersebut disampaikannya karena masa baktinya yang akan berakhir, setelah sebelumnya sebagai wakil gubernur dan menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Riau menggantikan Syamsuar yang mundur karena ikut pemilihan calon anggota legislatif.
"Permintaan maaf jika ada kekurangan yang dirasakan selama saya memimpin Riau," katanya.
Setidaknya ada tiga hal yang ingin disampaikan Edy Natar Nasution untuk seluruh warga Riau. Pertama, mohon pamit, kedua permintaan maaf, dan ketiga pesan untuk warga yang beragama Islam agar tidak meninggalkan shalat berjemaah.
Ketiga hal itu disebar melalui baliho dan papan reklame yang dipasang di ratusan titik di seluruh kabupaten/kota se-Riau baik dalam ukuran besar, sedang maupun kecil, menyebar hingga ke ceruk-ceruk kampung. Alasannya dia ingin menyapa seluruh lapisan masyarakat baik yang tinggal di kota, di desa-desa, di kawasan perkebunan tanpa terkecuali dan tidak dibeda-bedakan.
“Masyarakat Riau selalu ada dalam pikiran dan hati saya selamanya,” kata Edy Nasution yang juga Brigjen TNI (Purn) itu.
Permohonan pamit Edy Nasution di kawasan perkotaan dipasang menggunakan papan reklame, sedangkan di simpang-simpang yang tidak memiliki media tersebut dipasang menggunakan papan. Terlihat ucapan pamit Edy di simpang-simpang jalan sejak Kamis (15/2/2024) kemarin.
“Gubri Edy Nasution pamit. Maaf atas kekurangan selama saya memimpin Riau. Jangan tinggalkan sholat berjemaah,” begitu tulisan yang tertera di setiap baliho itu.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK periksa 2 pegawai BKPSDM Ponorogo cek status kepegawaian tersangka Yunus Mahatma
13 January 2026 11:45 WIB
KPK duga Sugiri Sancoko tampung uang dugaan suap melalui rekening milik ajudannya
13 January 2026 11:00 WIB
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ditetapkan sebagai tersangka usai di OTT KPK
09 November 2025 5:36 WIB
Polri kembali mutasi 60 personel, jabatan Dankorbrimob hingga Kabaintelkam diganti
26 September 2025 11:17 WIB
Sri Mulyani resmi serahkan jabatan Menteri keuangan ke Purbaya Yudhi Sadewa
09 September 2025 13:00 WIB
Dito Ariotedjo sampaikan terima kasih usai diberhentikan dari jabatan Menpora
08 September 2025 16:20 WIB
MK beri waktu 2 tahun tindak lanjuti putusan yang larang wamen rangkap jabatan
28 August 2025 17:20 WIB
Pemkab Natuna tegaskan proses mutasi ASN bebas dari praktik jual beli jabatan
02 July 2025 12:40 WIB