Karimun (ANTARA News) - Ribuan pengendara kendaraan roda dua dan empat yang ingin menyaksikan Festival Lampu Colok terjebak macet di sepanjang jalan utama Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat malam.

Kemacetan terjadi mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB usai peresmian Festival Lampu Colok oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun di RT 02/RW 02 Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral.

Ribuan sepeda motor dan mobil memadati ruas jalan dan terjebak macet hampir satu jam. Kemacetan makin tak terbendung saat puluhan kendaraan roda empat dari Pelabuhan Parit Rampak membaur bersama pengendara sepeda motor yang berkeliling kota menyaksikan festival yang digelar setiap bulan Ramadan.

Putra, salah seorang pengendara mengaku terjebak macet lebih dari satu jam di depan simpang Perumahan Taman Mutiara Karimun, Meral.

"Kendaraan tak bisa bergerak karena banyaknya kendaraan yang memadati jalan. Mau berbalik arah ke pusat kota Tanjung Balai Karimun juga tidak bisa karena kemacetan juga terjadi ke arah sana," kata Putra yang tinggal di kawasan Bukit Senang, Tanjung Balai Karimun.

Putra mengaku sengaja berkeliling di jalan-jalan utama Pulau Karimun Besar untuk menyaksikan Festival Lampu Colok yang sudah menjadi tradisi warga masyarakat.

"Kami sudah melihat beberapa gapura lampu colok di beberapa ruas jalan. Pagelaran lampu colok benar-benar menimbukan suasana semarak di jalan-jalan kota," katanya.

Hartoyo, warga lainnya mengatakan mobil yang dikendarainya nyaris tidak bergerak karena terjebak macet di RT 01/RW 01 Sei Raya, Meral.

"Sudah terlanjur sampai ke sini. Mau tidak mau harus bersabar sampai kemacetan berkurang," katanya.

Dia juga mengaku sengaja jalan-jalan untuk menonton Festival Lampu Colok yang diselenggarakan warga masyarakat di tiga kecamatan di Pulau Karimun Besar.

Festival itu merupakan tradisi tahunan menyambut malam ke-27 Ramadan. Suasana di jalan raya Sei Raya Meral, Kapling Tanjung Balai Karimun, Jalan Pertambangan Kecamatan Tebing dan beberapa pemukiman penduduk memerah dengan nyala api lampu colok.

Selamat, Ketua Pemuda RT 02/RW 02 Sei Raya mengaku telah menyalakan 3.000 lampu colok yang terbuat dari kaleng bekas untuk mengikuti festival tersebut.

Lampu-lampu colok dipasang pada gapura berbentuk miniatur masjid serta kiri kanan jalan sepanjang sekitar satu kilometer.

"Kami menyiapkan 6 drum minyak tanah untuk menyalakan lampu colok hingga malam takbiran," katanya.

Pengadaan lampu colok dan minyak tanah berasal dari sumbangan sukarela warga setempat.

"Kami menghabiskan biaya sekitar Rp9 juta untuk membeli kaleng, kayu untuk gapura dan minyak tanah. Persiapan untuk mengikuti festival ini sudah kami mulai sejak 31 Juli 2011," ucapnya.

Bupati Karimun Nurdin Basirun usai meresmikan festival tersebut mengatakan, Festival Lampu Colok merupakan tradisi yang harus dilestarikan.

"Selain menjaga budaya dan tradisi daerah, Festival Lampu Colok ini diharapkan dapat menyemarakkan suasana kota dan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Karimun," katanya.

Pemkab Karimun, lanjut dia, telah menyiapkan hadiah puluhan juta rupiah untuk pemenang dalam festival tersebut.

"Hadiah yang disiapkan untuk memotivasi warga agar bersemangat mengikuti festival lampu colok," tambahnya.

(ANT-RD/B013/Btm3)