Dua staf medis PRCS gugur saat ambulansnya diserang
Kamis, 30 Mei 2024 16:53 WIB
Arsip - Sebanyak 14 ambulans yang disediakan Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) telah memasuki Jalur Gaza, Jumat (1/12/2023). ANTARA/HO-KSRelief/am.
Moskow (ANTARA) - Dua staf medis Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) gugur akibat serangan militer Israel terhadap ambulans yang mereka tumpangi di Rafah barat, Jalur Gaza selatan, menurut organisasi tersebut.
“Paramedis PRCS yakni Haitham Tubasi dan Suhail Hassouna gugur akibat pemboman langsung yang dilakukan pendudukan Israel terhadap ambulan Bulan Sabit Merah Palestina di daerah Tal Sultan, sebelah barat #Rafah, saat menjalani tugas kemanusiaan,” tulis PRCS di platform X pada Rabu (29/5).
Pasukan Israel pada Minggu menyerang kamp pengungsi di barat laut Kota Rafah. Menurut dinas pertahanan sipil Palestina, sedikitnya 40 orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka.
Keesokan harinya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan udara terhadap kamp pengungsi Rafah sebagai “kecelakaan tragis”, menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menggunakan "amunisi yang tepat" dalam melancarkan aksinya.
Israel mengirim pasukannya ke Kota Rafah pada 7 Mei, tujuh bulan setelah kelompok perjuangan Palestina, Hamas meluncurkan serangan di wilayah Israel yang memicu eskalasi konflik terparah di Jalur Gaza dalam beberapa dekade.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dua staf Bulan Sabit Palestina gugur saat ambulansnya diserang
“Paramedis PRCS yakni Haitham Tubasi dan Suhail Hassouna gugur akibat pemboman langsung yang dilakukan pendudukan Israel terhadap ambulan Bulan Sabit Merah Palestina di daerah Tal Sultan, sebelah barat #Rafah, saat menjalani tugas kemanusiaan,” tulis PRCS di platform X pada Rabu (29/5).
Pasukan Israel pada Minggu menyerang kamp pengungsi di barat laut Kota Rafah. Menurut dinas pertahanan sipil Palestina, sedikitnya 40 orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka.
Keesokan harinya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan udara terhadap kamp pengungsi Rafah sebagai “kecelakaan tragis”, menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menggunakan "amunisi yang tepat" dalam melancarkan aksinya.
Israel mengirim pasukannya ke Kota Rafah pada 7 Mei, tujuh bulan setelah kelompok perjuangan Palestina, Hamas meluncurkan serangan di wilayah Israel yang memicu eskalasi konflik terparah di Jalur Gaza dalam beberapa dekade.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dua staf Bulan Sabit Palestina gugur saat ambulansnya diserang
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arab Saudi mulai laksanakan puasa pada Senin setelah bulan sabit resmi terlihat
11 March 2024 14:07 WIB, 2024
Bulan Sabit Merah Palestina bantah tudingan Israel soal kelompok bersenjata
14 November 2023 15:18 WIB, 2023
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB