Batam (ANTARA Kepri) - Batam tidak membutuhkan ayam impor dari Malaysia, karena kebutuhan selama ini mampu dipenuhi dari Jawa.
        
Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli di Batam, Kamis mengatakan,
untuk ayam dan turunannya memang tidak bisa diimpor.
        
Hal itu karena kebutuhan selama ini bisa dicukupi dari produksi nasional. Hingga saat ini Kementerian Pertanian tidak mengizinkan adanya impor daging ayam.
        
Yunelli menambahkan, jika ada ayam dari Malaysia yang masuk ke Batam melalui pelabuhan-pelabuhan rakyat  bisa dipastikan barang tersebut ilegal.
        
"Kebutuhan ayam setiap hari mencapai sekitar 50.000 ekor. Sekitar 70-80 persen dipenuhi ayam segar dari peretnak lokal, sedangkan 20-30 persen sisanya dipenuhi ayam beku dari Jawa," tambah
Sri Yunelli.
        
Ia menambahkan, jika tidak terjadi gangguan cuaca yang mengakibatkan peternak gagal panen, maka pasokan ayam di Batam sangat aman dan tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan.
        
Sementara Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Batam, Teuku Iskandar menambahkan, karantina bersama dengan Dirjen Kementerian Pertanian pada Senin (17/10) hingga Selasa (18/10) melakukan pengecekan ke beberapa pelabuhan rakyat di Batam setelah mendengar laporan banyak ayam petelur yang tidak produktif lagi masuk ke Batam secara ilegal.
        
"Kami sudah mengecek ke beberapa pelabuhan rakyat hingga daerah Rempang dan Galang untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Kami khawatir ayam asal Malaysia dimasukkan melalui pulau-pulau yang ada di sekitar Batam, sebelum masuk ke Batam melalui pelabuhan rakyat," ujar Iskandar.
        
Namun, kata Iskandar, rombongan tidak menemukan ayam impor saat melakukan pengecekan ke lapangan.
        
"Kami akan melakukan pengecekan di pasar, jika ditemukan ayam asal Malaysia beredar di pasaran akan kami sita," ucap dia.
        
Karantina menilai, masuknya ayam-ayam ilegal asal Malaysia bisa membawa penyakit karena tanpa pemeriksaan.
        
"Masuknya ayam asal Malaysia juga akan merugikan peternak lokal," kata Iskandar.
(pso-292/I006)

   

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026