Batam (ANTARA Kepri) - Wakil Wali Kota Batam, Rudi meminta Dinas Perhubungan setempat lebih selektif memberikan izin jalan bagi trailer karena sudah banyak yang tua sehingga perlu diremajakan.

"Trailer sudah banyak yang tua dan harus diremajakan oleh pemiliknya. Sering juga yang macet di tengan jalan dan mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas," kata dia di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) harus lebih selektif setiap kali memberikan perpanjangan izin jalan bagi seluruh trailer yang beroperasi di Batam agar tidak mengganggu pengguna jalaan lain.

"Sebelum ada peremajaan, maka Dishub harus selektif memberikan izin sehingga meminimalisir kecelakaan jalan raya," kata dia.

Rudi meminta, agar Dishub tidak berspekulasi dengan memberikan izin jalan bagi trailer yang sudah tua sehingga akan mengganggu pengguna jalan lain.

"Trailer yang besar akan mengganggu pengendara lain di jalan jika tidak benar-benar layak jalan. Maka pemberian izin jalan bagi trailer tidak boleh main-main," kata dia.

Ia mengatakan, sudah banyak kejadian trailer macet di tengah jalan sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas.

"Perusahaan harus segera meremajakan trailer-trailer mereka yang sudah tua. Ini demi kelancaran lalu-lintas," kata Rudi.

Kapolresta Batam Rempang Galang (Barelang), Kombes Karyoto menegaskan, akan melakukan razia sejumlah trailer.

"Razia terhadap kendaraan ukuran besar seperti trailer ini bersifat penertiban kepemilikan surat jalan baik dari perusahaan pemilik trailer ataupun kelayakan jalan kendaraan itu sendiri," kata dia.

Ia mengatakan sudah perintahkan Satlantas untuk secepatnya merazia seluruh trailer yang ada dijalan.

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga, Rumpida Parhusip, 30, dan bayinya Johanes Parulian Sianturi,1,5 tahun, tewas dilindas trailer bermuatan plat besi di simpang lampu merah Baloi Centre. (KR-LNO/E001)