Batam (ANTARA Kepri) - Atap rumah warga Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau terbang tertiup angin kencang, Minggu.
Atap rumah Ros di Perumahan Taman Sari Blok D yang terbuat dari asbes, melayang saat angin kencang meniup Kota Batam.
Seorang saksi, Reta, mengatakan, tiba-tiba atap rumah Ros melayang beberapa meter sebelum jatuh di jalanan.
"Saya kaget sekali, tiba-tiba bunyi kencang, pas dilihat, ternyata atap rumah Bukde Ros terbang," kata Reta.
Untung, kata dia melanjutkan, atap yang terbang tidak rusak parah sehingga keluarga Ros langsung membetulkan posisi atap.
Hujan dan angin kencang melanda Kota Batam sejak Sabtu malam hingga Minggu siang.
Selain menerbangkan atap rumah warga, hujan kencang juga merobohkan ranting-ranting pohon di Tiban.
Sementara itu, dalam situsnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Hang Nadim Batam memperkirakan kecepatan angin mencapai 26 km per jam, sehingga mampu meniup barang-barang ringan dan sedang melayang.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam Try Agus mengatakan saat ini posisi matahari di utara sehingga menyebabkan penguapan yang besar serta menimbulkan awan bergumpal tebal.
"Ini berpotensi hujan lebat dan angin kencang," kata dia.
Ia mengatakan hingga pertengahan Mei, gumpalan awan CB perlu terus harus diwaspadai karena dapat memicu angin puting beliung.
BMKG memprediksi curah hujan mencapai 50 milimeter.
Curah hujan yang tinggi, kata dia, mempengaruhi kecepatan angin yang berhembus. Saat hujan lebat, kecepatan angin bisa mencapai 20 hingga 25 kilometer per jam.
"Ini berbahaya untuk kapal nelayan berbadan sedang," kata dia.
Ia meminta nelayan tradisional lebih berhati-hati saat berlayar karena angin kencang dapat membalikkan badan kapal. (Y011/H-KWR)
Editor: Rusdianto
Atap Rumah Warga Batam Terbang
Minggu, 13 Mei 2012 19:30 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Natuna: Sekolah Satu Atap solusi pemerataan pendidikaN di daerah terpencil
21 June 2026 17:38 WIB