Dubes AS Puji Infrastruktur Batam
Senin, 14 Mei 2012 19:46 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel memuji fasilitas dan infrastruktur Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
"Batam memiliki infrastruktur bagus," katanya setelah pemaparan potensi investasi dalam kunjungan ke Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Senin.
Duta Besar AS untuk Indonesia membawa 17 perwakilan perusahaan negara adidaya itu untuk menjajaki investasi di KPBPB Batam.
Selain infrastruktur, Dubes Marciel juga memuji kemampuan ekspor-impor kota itu.
"Kemampuan ekspor-impor baik, ada peluang investasi di sini," kata dia.
Menurut dia, banyak hal menguntungkan untuk berinvestasi di Batam, dengan insentif dari KPBPB.
Ia mengatakan Batam tepat untuk pengembangan industri manufaktur.
Kedutaan AS, kata dia, memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang ingin mengembangkan usaha di Batam.
Secara umum, kata dia, AS melihat banyak peluang investasi di Batam, berdasarkan perkembangan perekonomian.
Pengusaha AS melihat peluang usaha di banyak negara dan mencari kesempatan terbaik.
Ditanya insentif yang diinginkan pengusaha AS, ia mengatakan lingkungan usaha yang baik merupakan yang utama.
Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan pemerintah menawarkan beberapa peluang usaha kepada pengusaha AS, di antaranya industri minyak dan pendukungnya.
Di Batam terdapat sekitar 17 perusahaan Amerika Serikat, satu yang terbesar adalah perusahaan yang bergerak pada minyak, gas bumi dan pendukungnya McDermott.
"Kami ingin meraup sebanyak-banyaknya investor," kata dia.
Kepala Badan Pengusahaan KPBPB Batam Mustofa Widjaya mengatakan kedatangan 18 pengusaha AS menandakan lingkungan investasi di Batam kondusif.
"Tapi, mereka baru penjajakan, belum ada keputusan untuk menanamkan investasi," kata Mustofa.
Ia mengatakan dari pemaparan, delegasi AS menunjukan sikap positif atas perkembangan Kota Batam.
Sementara itu, dalam kunjungan ke Batam, delegasi AS juga mengunjungi beberapa kawasan industri seperti Batamindo dan Kabil Industrial Estate. (Y011/R007)
Editor: Rusdianto
"Batam memiliki infrastruktur bagus," katanya setelah pemaparan potensi investasi dalam kunjungan ke Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Senin.
Duta Besar AS untuk Indonesia membawa 17 perwakilan perusahaan negara adidaya itu untuk menjajaki investasi di KPBPB Batam.
Selain infrastruktur, Dubes Marciel juga memuji kemampuan ekspor-impor kota itu.
"Kemampuan ekspor-impor baik, ada peluang investasi di sini," kata dia.
Menurut dia, banyak hal menguntungkan untuk berinvestasi di Batam, dengan insentif dari KPBPB.
Ia mengatakan Batam tepat untuk pengembangan industri manufaktur.
Kedutaan AS, kata dia, memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang ingin mengembangkan usaha di Batam.
Secara umum, kata dia, AS melihat banyak peluang investasi di Batam, berdasarkan perkembangan perekonomian.
Pengusaha AS melihat peluang usaha di banyak negara dan mencari kesempatan terbaik.
Ditanya insentif yang diinginkan pengusaha AS, ia mengatakan lingkungan usaha yang baik merupakan yang utama.
Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan pemerintah menawarkan beberapa peluang usaha kepada pengusaha AS, di antaranya industri minyak dan pendukungnya.
Di Batam terdapat sekitar 17 perusahaan Amerika Serikat, satu yang terbesar adalah perusahaan yang bergerak pada minyak, gas bumi dan pendukungnya McDermott.
"Kami ingin meraup sebanyak-banyaknya investor," kata dia.
Kepala Badan Pengusahaan KPBPB Batam Mustofa Widjaya mengatakan kedatangan 18 pengusaha AS menandakan lingkungan investasi di Batam kondusif.
"Tapi, mereka baru penjajakan, belum ada keputusan untuk menanamkan investasi," kata Mustofa.
Ia mengatakan dari pemaparan, delegasi AS menunjukan sikap positif atas perkembangan Kota Batam.
Sementara itu, dalam kunjungan ke Batam, delegasi AS juga mengunjungi beberapa kawasan industri seperti Batamindo dan Kabil Industrial Estate. (Y011/R007)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dubes RI Washington sambut rencana LKBN ANTARA buka kantor perwakilan di AS
24 September 2026 15:56 WIB
AS cabut visa dubes Brasil untuk Washington karena tolak persetujuan calon dubes usulan Trump
05 August 2026 12:22 WIB
30 WNI tertahan di Abu Dhabi berhasil pulang lewat jalur penerbangan repatriasi
05 March 2026 13:35 WIB
Perkuat investasi, BP Batam jalin kemitraan strategis dengan Jerman dan Jepang
25 February 2026 9:51 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Puan sebut pembahasan calon dubes dilakukan secara rahasia sesuai peraturan
03 July 2025 16:48 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BP Batam pastikan data center bangun SWRO mandiri untuk kebutuhan air tawar
24 September 2026 17:00 WIB
Soal rekening massal, Menko Airlangga perkirakan 74 juta penduduk belum punya akun
24 September 2026 13:40 WIB