Logo Header Antaranews Kepri

Dubes Palestina sebut penghentian pasokan senjata dari Eropa ke Israel

Sabtu, 26 Juli 2025 11:16 WIB
Image Print
Anggota pasukan Israel membidikkan senjata saat operasi militer di kota Nablus, Tepi Barat, Palestina, Rabu (23/7/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Nidal Eshtayeh/nym.

Moskow (ANTARA) - Duta besar Palestina untuk Austria sekaligus pengamat tetap PBB di Wina, Salah Abdel Shafi, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pasokan senjata dari Eropa ke Israel harus dihentikan.

"Senjata masih dipasok ke Israel dari Eropa. Jerman, Inggris, Italia… Saya yakin setidaknya dalam hal ini, pasokan senjata perlu dihentikan," kata Abdel Shafi.

Pada Senin, para menteri luar negeri dari 25 negara - yang sebagian besar dari Eropa - menandatangani pernyataan yang menuntut diakhirinya segera perang di Gaza dan akses penuh bantuan kemanusiaan ke daerah kantong tersebut.

Para penandatangannya termasuk menteri luar negeri Inggris, Australia, Austria, Belgia, Kanada, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Islandia, Irlandia, Italia, Jepang, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Israel diserang roket dari Jalur Gaza pada musim gugur 2023. Gerakan Palestina Hamas, yang memimpin serangan 7 Oktober dari Jalur Gaza ke Israel, juga menyusup ke daerah perbatasan dan menyandera orang-orang.

Israel membalas dengan melancarkan Operasi Pedang Besi di Jalur Gaza dan mengumumkan blokade penuh terhadap daerah kantong tersebut.

Permusuhan yang sempat diselingi dengan gencatan senjata singkat itu telah merenggut nyawa lebih dari 59 ribu warga Palestina, menurut perkiraan Kementerian Kesehatan Gaza.Baca juga: Hamas & Jihad Islam : perundingan apapun dengan Israel harus dapat akhiri perang Gaza

Sumber: Sputnik-OANA




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes Palestina serukan penghentian pasokan senjata Eropa ke Israel



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026