Logo Header Antaranews Kepri

Perkuat investasi, BP Batam jalin kemitraan strategis dengan Jerman dan Jepang

Rabu, 25 Februari 2026 09:51 WIB
Image Print
Delegasi BP Batam yang dipimpin oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis (keempat dari kanan) saat bertemu dengan pihak Minister Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/HO-BP Batam)

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus bergerak cepat memperluas jejaring investasi global. Kali ini, BP Batam memperkuat kemitraan strategis dengan dua negara maju, Jerman dan Jepang, guna menjajaki kolaborasi di sektor maritim dan teknologi tinggi.

Langkah ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi untuk memperkokoh posisi Batam sebagai destinasi investasi unggulan di kancah internasional.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa Batam saat ini tengah bertransformasi menjadi pusat eksekusi (execution hub) bagi rantai pasok global.

“Batam terus bertransformasi menjadi execution hub yang menghubungkan arus investasi dan rantai pasok antara Eropa dan Asia,” ujar Fary dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: BP Batam perkuat hubungan kemitraan strategis dengan Konjen Singapura

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, delegasi BP Batam yang dipimpin oleh Fary menemui Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, pada 23 Februari 2026. Selanjutnya, pada 24 Februari 2026, delegasi juga melakukan pembicaraan intensif dengan Minister Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Enoshita.

Pertemuan ini fokus membahas peluang investasi jangka panjang, terutama pada pengembangan sektor maritim yang menjadi keunggulan geografis Batam, serta adopsi teknologi industri terkini.

Pada kesempatan tersebut, BP Batam memaparkan transformasi kebijakan dalam satu tahun terakhir, termasuk penguatan kewenangan perizinan terpadu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 serta perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kebijakan tersebut menjadi fondasi peningkatan kepastian usaha, percepatan proses investasi, dan optimalisasi potensi maritim serta logistik kawasan,” kata Fary.

Dengan pihak Jerman, BP Batam membahas peluang kolaborasi industri berteknologi tinggi.

Menurut Fary, Jerman merupakan salah satu mitra Eropa penting dan secara konsisten menempati posisi kedua di antara negara-negara Eropa dalam investasi di Batam.

Baca juga: BP Batam atasi persoalan air mulai lebarkan drainase & bersihkan waduk

Sementara itu, dialog dengan pihak Jepang berkembang pada integrasi ekosistem kawasan, termasuk sinergi antara Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Jepang, yang termasuk dalam jajaran investor utama Batam secara global, menunjukkan perhatian khusus terhadap penguatan sektor maritim dan logistik untuk meningkatkan konektivitas regional,” katanya.

Fary mengatakan bahwa pihak Kedutaan Besar Jerman menunjukkan ketertarikan untuk memahami lebih jauh arah pengembangan Batam dalam menarik investasi Eropa, dan membuka ruang kolaborasi industri.

Sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar Jepang menilai penguatan kewenangan perizinan meningkatkan kepastian dan kepercayaan investor dalam memperluas kemitraan di kawasan.

BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dialog internasional dan memperkuat daya saing kawasan di Asia Tenggara, maupun Asia Pasifik.

Baca juga:
BP Batam perkuat diplomasi industri maritim dan logistik di Euromaritime

Rumah sakit BP Batam hadirkan layanan intervensi penyakit jantung bawaan dewasa



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BP Batam perkuat kemitraan strategis dengan Jerman dan Jepang



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026