Karimun (ANTARA Kepri) - Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewijk Freidrich Paulus, Rabu membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-88 di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pembukaan TMMD ditandai upacara yang diikuti ratusan prajurit TNI AD, TNI AL, organisasi kemasyarakatan dan pemuda, Pramuka, dan pelajar di Panggung Rakyat Putri Kemuning, Jalan Lingkar, Tanjung Balai Karimun.

Hadir dalam upacara itu Kapolda Kepri Brigjen Pol. Yotje Mende, Bupati Karimun Nurdin Basirun, Ketua DPRD Raja Bakhtiar, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, dan Danrem 033 Wirapratama/Kepri Kolonel CZi. Adi Sudaryanto.

Turut pula hadir sejumlah perwira Kodam I Bukit Barisan, Pangkalan Utama TNI AL IV Tanjungpinang, Polda Kepri, pejabat vertikal, kepala satuan kerja perangkat daerah Pemkab Karimun, serta tokoh masyarakat.

Pangdam Mayjen Lodewijk yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan program TMMD di Karimun menyasar sejumlah kegiatan fisik, yang terdiri atas rehab rumah ibadah, rumah tidak layak huni, jembatan, jalan, dan sarana mandi cuci kakus (MCK) di sejumlah kecamatan.

"Ada 13 item kegiatan fisik dalam program TMMD kali ini, termasuk juga rehab 23 unit rumah tidak layak huni," katanya.

Menurut dia, TMMD tidak hanya menyasar kegiatan fisik, tetapi juga nonfisik yang bertujuan untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan masyarakat. TNI, kata dia, juga harus berperan dalam pembangunan serta berinteraksi dengan masyarakat.

"TMMD sumber inspirasi untuk menumbuhkan kepekaan sosial prajurit dan masyarakat. Komunikasi persuasif kedua belah pihak diharapkan membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan pedesaan dan daerah tertinggal," katanya.

Pangdam berharap interaksi sosial melalui TMMD juga memotivasi masyarakat agar bersemangat memacu perekonomian daerah sehingga bertambah lancar.

"Sasaran yang diharapkan sebagaimana diamanatkan Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo, juga untuk mewujudkan kerja sama lintas sektoral yang terpadu dan berkesinambungan sesuai dengan tema TMMD kali ini," katanya.

Ia mengatakan bahwa program TMMD juga sarana untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme masyarakat dan kesadaran bela negara.

"Kita ingin tanamkan disiplin nasional. Dan, yang paling penting bagaimana membangun karakteristik bangsa ini, membangun karakter masyarakat Karimun sebagai masyarakat yang akrab dengan bahari sehingga cinta terhadap lingkungan baharinya, adat budaya yang dianut sebagai satu kesadaran akan budaya lokal," ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0317/Karimun yang juga Dansatgas TMMD ke-88 Letnan Kolonel Edi Nurhabad mengatakan bahwa kegiatan pra-TMMD telah dilaksanakan pada tanggal 20 Maret--18 Mei 2012 dan dilanjutkan pada tanggal 23 Mei--12 Juni 2012 di sejumlah kecamatan.

Ia memerinci kegiatan fisik di Kecamatan Karimun berupa rehab lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), rehab gereja di Meral, dan RTLH sebanyak dua unit, Kecamatan Durai berupa pemasangan paving block, rehab tiga surau, satu madrasah tsanawiah, pos kamling, dan pembangunan gorong-gorong.

Di Kecamatan Kundur, lanjut dia, pelebaran parit menuju laut sepanjang 2 kilometer, pembuatan sarana air bersih, dan rehab tiga unit RTLH.

Kemudian, di Kundur Barat semenisasi jalan sepanjang 120 meter, pembangunan jembatan, surau, masjid, dan rehab lima unit RTLH, sedangkan di Kundur Utara berupa pelebaran jalan sepanjang 3 kilometer, pengerasan dan penimbunan jalan sepanjang 500 meter, rehab jembatan, pembuatan sumur bor, dua unit MCK, dan rehab tiga unit RTLH.

Kegiatan di Kecamatan Tebing, kata Letkol Edi, berupa rehab gereja HKBP dan rehab lima unit RTLH.

Adapun jumlah personel yang dikerahkan sebanyak 340 orang, terdiri atas 46 prajurit Kodim, 9 Korem 033/Wirapratama, 130 personel Batalyon 134/Tuah Sakti, 10 anggota TNI AL, 5 Polri, 20 personel dari pemerintah daerah, serta personel pendukung dari masyarakat sebanyak 190 orang.

"Pendanaan kegiatan berasal dari APBD Karimun 2012," ucapnya. (KR-RDT/D007)

Editor: D Kliwantoro