Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Provinsi Kepulauan Riau bekerja sama dengan mahasiswa Komunitas Bakti Bangsa memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Tanjungpinang.
"Sinergisitas yang terbangun ini diharapkan mampu memberi pencerahan dan semangat kepada anak yang tidak dapat bersekolah karena ditahan di Lapas dan Rutan Tanjungpinang," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Provinsi Kepulauan Riau (KPAID Kepri) Putu Elvina Gani di Tanjungpinang, Kamis.
Berdasarkan data terakhir yang didapat KPAID Kepri, jumlah anak-anak di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Bintan) yang menjalani hukuman sebagai ganjaran atas perbuatannya sebanyak 21 orang.
Jumlah anak yang telah divonis bersalah sebanyak 12 orang, sedangkan yang masih dalam proses peradilan sembilan orang.
Kebanyakan anak-anak itu duduk di bangku SMP di Tanjungpinang. Kasus atau perkara yang paling menonjol yang dilakukan anak-anak itu adalah pencurian dan pencabulan.
"Paling banyak anak-anak dari Tanjungpinang yang ditahan di Lapas dan Rutan Tanjungpinang karena mencuri dan melakukan perbuatan cabul," ungkapnya.
Menurut Putu, anak-anak yang ditahan tersebut berhak mendapat pendidikan secara informal dari mahasiswa, terlepas dari kesalahan yang pernah mereka buat. Anak-anak itu butuh perhatian khusus dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa agar mereka tidak mengulangi perbuatannya setelah bebas dari penjara.
Pembinaan di Lapas Tanjungpinang diharapkan mampu mengembalikan anak-anak itu menjadi baik.
"Kami berharap Komunitas Bakti Bangsa yang menjalani Gerakan Kepri Mengajar tidak hanya memberi pendidikan umum, melainkan juga moral dan agama. Kami berupaya mengembalikan semangat anak-anak itu untuk menjadi lebih baik pada saat dibebaskan," ujarnya.
Ketua Komunitas Bakti Bangsa Adi Putro Prasetyo Utomo mengatakan aktivis Gerakan Kepri Mengajar bersedia memberi pendidikan kepada anak-anak di Lapas dan Rutan Tanjungpinang. Pendidikan yang diberikan tidak hanya bersifat umum, melainkan lebih ditekankan pada motivasi, kewarganegaraan, dan agama.
"Kami yakin anak-anak itu memiliki harapan yang besar untuk menjadi orang yang berguna bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Kami berharap gerakan ini dapat menciptakan generasi yang cerdas, bermoral dan berguna bagi bangsa," ungkapnya.
Mahasiswa Komunitas Bakti Bangsa yang terdiri dari mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) telah memberi pendidikan gratis kepada 27 anak-anak sekolah dasar di Tanjung Kapur, Kabupaten Bintan, selama sekitar tiga bulan.
Hasil yang telah dicapai adalah nilai pelajaran anak-anak yang dididik rata-rata meningkat.
"Selain memberi pendidikan umum, kami juga memberi motivasi kepada anak-anak yang dididik untuk giat belajar dan melakukan perbuatan yang baik," katanya. (KR-NP/N002)
Editor: Rusdianto
KPAID dan Mahasiwa Didik Anak di Lapas
Kamis, 12 Juli 2012 18:57 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi VII DPR RI soroti wisman Singapura dan Malaysia belanja sembako di Batam
11 February 2026 9:04 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB