"Serangoon Road" Cermin Kolaborasi ASEAN-Australia
Sabtu, 10 November 2012 19:35 WIB
CEO PT Kinema Systrans Multimedia (Infinite Studios) Mike Wiluan (kanan), Menparkeraf Mari Elka Pangestu (tengah ) serta Menteri Pembangunan Regional dan Pemerintahan Lokal Australia Simon Crean (kiri) di studio penggarapan film serial televisi "Ser
Batam (ANTARA Kepri) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengemukakan kolaborasi Infinite Studios, HBO Asia dan ABC Network Australia dalam pembuatan film drama "Serangoon Road" di Batam, Kepulauan Riau, mencerminkan kerja sama ASEAN dan Australia.
Kerja sama teknik, konten dan sumber daya manusia industri film ASEAN-Australia, khususnya dari Indonesia, Singapura dan Australia seperti dalam proyek ini, berprospek baik untuk ditingkatkan bagi pengembangan industri kreatif dan perdagangan, kata Menparkeraf Mari Elka ketika bersama Menteri Pembangunan Regional dan Pemerintahan Lokal Australia Simon Crean meninjau kompleks Studio Infinite (PT Kinema Systrans Multimedia) di Batam, Sabtu.
Lebih dari sekadar kerja sama teknik, proyek film ini merupakan suatu kerja sama finansial dan supervisi, kata Menteri Crean.
Sama seperti yang diharapkan Mari, Crean menyampaikan apresiasi kepada CEO PT Kinema Systrans Multimedia (Infinite Studios) Michael (Mike) Kristian Wiluan yang berinvestasi di bidang di industri film sebagai bagian dari pengembangan kerja sama antara Australia dan ASEAN, maupun kerja sama dwipihak di bidang perdagangan dan ekonomi kreatif.
Industri kreatif di bidang film, katanya, berpeluang bagus sebagai bisnis dan dengan kerja sama yang kini terjalin, masing-masing negara pun kian memahami mengenai prospek pasar industri tersebut.
Mike Wiluan, CEO sekaligus pemilik PT Kinema Systrans Multimedia mengatakan kerja sama antara Indonesia, Singapura dan Australia dalam pembuatan film "Serangon Road" juga merupakan kolaborasi beragam budaya melalui keterlibatan sekitar 300 ahli, pelakon, dan pendukung proyek yang kelak menjadi "made in" (produksi) Indonesia untuk dunia.
"Serangoon Road", film serial televisi terdiri atas 10 bagian masing-masing berdurasi satu jam, mulai digarap pada Agustus 2012, dan Mike berharap pada bulan depan dilanjutkan setelah sementara ini dihentikan sebab ada artis utamanya yang sedang sakit.
Kisah drama Singapura era 1960-an itu dibuat dan diproduksi Paul Barron (Australia), disutradarai Peter Andrikidis dan Tony Tilse, sedangkan pelakon utamanya melibatkan artis dan aktor internasional yaitu Joan Chen dan Chin Han, artis Singapura Alaric Tay dan Pamelyn Chee, aktor Australia Don Hanny, dan dari Indonesia adalah Ario Bayu.
Kepala Produksi Film dan Televisi Infinite Studios John Radel ACS mengemukakan, 10 episode "Serangon Road" direncanakan selesai pada Desember 2012 atau Januari 2013.
Pembuatan film serial televisi ini, katanya, dibuat di Batam sebab di Singapura tidak ada tempat untuk menciptakan suasana dan facade pecinan Singapura era 1960-an.
Setelah proyek ini selesai, ujarnya, Infinite Studios (Indonesia), bersama mitra dari Singapura dan Amerika Serikat akan mulai menggarap "Android", sebuah film layar lebar fiksi ilmiah.
Infinite Studios pada tahun silam menyelesaikan film "Dead Mine" yang akan segera dirilis di Indonesia.
Kinema Systrans Multimedia merupakan studio film dan animasi terbesar di Asia Tenggara dan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya pada beberapa waktu silam dinilai akan maju sebagai pusat keunggulan industri kreatif Indonesia.
(A013)
Kerja sama teknik, konten dan sumber daya manusia industri film ASEAN-Australia, khususnya dari Indonesia, Singapura dan Australia seperti dalam proyek ini, berprospek baik untuk ditingkatkan bagi pengembangan industri kreatif dan perdagangan, kata Menparkeraf Mari Elka ketika bersama Menteri Pembangunan Regional dan Pemerintahan Lokal Australia Simon Crean meninjau kompleks Studio Infinite (PT Kinema Systrans Multimedia) di Batam, Sabtu.
Lebih dari sekadar kerja sama teknik, proyek film ini merupakan suatu kerja sama finansial dan supervisi, kata Menteri Crean.
Sama seperti yang diharapkan Mari, Crean menyampaikan apresiasi kepada CEO PT Kinema Systrans Multimedia (Infinite Studios) Michael (Mike) Kristian Wiluan yang berinvestasi di bidang di industri film sebagai bagian dari pengembangan kerja sama antara Australia dan ASEAN, maupun kerja sama dwipihak di bidang perdagangan dan ekonomi kreatif.
Industri kreatif di bidang film, katanya, berpeluang bagus sebagai bisnis dan dengan kerja sama yang kini terjalin, masing-masing negara pun kian memahami mengenai prospek pasar industri tersebut.
Mike Wiluan, CEO sekaligus pemilik PT Kinema Systrans Multimedia mengatakan kerja sama antara Indonesia, Singapura dan Australia dalam pembuatan film "Serangon Road" juga merupakan kolaborasi beragam budaya melalui keterlibatan sekitar 300 ahli, pelakon, dan pendukung proyek yang kelak menjadi "made in" (produksi) Indonesia untuk dunia.
"Serangoon Road", film serial televisi terdiri atas 10 bagian masing-masing berdurasi satu jam, mulai digarap pada Agustus 2012, dan Mike berharap pada bulan depan dilanjutkan setelah sementara ini dihentikan sebab ada artis utamanya yang sedang sakit.
Kisah drama Singapura era 1960-an itu dibuat dan diproduksi Paul Barron (Australia), disutradarai Peter Andrikidis dan Tony Tilse, sedangkan pelakon utamanya melibatkan artis dan aktor internasional yaitu Joan Chen dan Chin Han, artis Singapura Alaric Tay dan Pamelyn Chee, aktor Australia Don Hanny, dan dari Indonesia adalah Ario Bayu.
Kepala Produksi Film dan Televisi Infinite Studios John Radel ACS mengemukakan, 10 episode "Serangon Road" direncanakan selesai pada Desember 2012 atau Januari 2013.
Pembuatan film serial televisi ini, katanya, dibuat di Batam sebab di Singapura tidak ada tempat untuk menciptakan suasana dan facade pecinan Singapura era 1960-an.
Setelah proyek ini selesai, ujarnya, Infinite Studios (Indonesia), bersama mitra dari Singapura dan Amerika Serikat akan mulai menggarap "Android", sebuah film layar lebar fiksi ilmiah.
Infinite Studios pada tahun silam menyelesaikan film "Dead Mine" yang akan segera dirilis di Indonesia.
Kinema Systrans Multimedia merupakan studio film dan animasi terbesar di Asia Tenggara dan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya pada beberapa waktu silam dinilai akan maju sebagai pusat keunggulan industri kreatif Indonesia.
(A013)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Toyota FT-3e yang bisa digunakan "off-road" bakal masuk Indonesia, yuk intip!
27 October 2023 6:35 WIB, 2023
Semen Padang Mengajar di SMK Negeri 1 Dumai Diikuti Seratusan Siswa
16 February 2023 10:22 WIB, 2023