Natuna (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau menjalin kerja sama dengan komunitas pencinta sejarah dan budaya sebagai upaya menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya lokal.
Kepala Disperpusip Natuna, Erson Gempa, di Natuna, Kamis, mengatakan kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani kedua belah pihak di Perpustakaan Daerah Idrus M. Tahar Natuna pada Kamis pagi.
"PKS ini menjadi dasar untuk memperkuat hubungan kelembagaan dalam menjalankan kegiatan pelayanan, pengembangan, dan peningkatan koleksi pustaka yang berkualitas," ucap Erson.
Menurut dia, kerja sama ini juga bertujuan untuk menyinergikan sumber daya kedua pihak dalam rangka pengumpulan arsip sejarah, pelestarian naskah kuno, dan budaya daerah. Dalam PKS tersebut diatur pula pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.
“Selain dengan Kompas Benua, kami juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak lainnya. Tujuannya agar perpustakaan benar-benar menjadi tempat kegiatan sosial dan budaya yang aktif,” ujar Erson.
Ia menilai, Kompas Benua adalah komunitas yang serius dalam melestarikan budaya dan menjaga sejarah lokal. Hal itu dibuktikan melalui berbagai kegiatan yang telah mereka lakukan, termasuk kegiatan terbaru yang diselenggarakan Kamis pagi bersamaan dengan penandatanganan PKS.
Dalam kegiatan tersebut, Kompas Benua menggelar acara Temu Buel Sejarah, yaitu pertemuan untuk mendiskusikan sejarah Kota Ranai, yang dihadiri sejumlah pemerhati sejarah dan budayawan lokal, dan pelajar.
“Kami berharap kerja sama ini memberikan dampak positif terhadap pelestarian sejarah dan budaya di Kabupaten Natuna,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kompas Benua, Ryannaldo, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-154 Kota Ranai.
"Tema kegiatan ini adalah Merangkai Ingatan, Menyongsong Masa Depan," ucap dia.
Ia menyampaikan kegiatan tersebut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Natuna, serta menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, seperti tokoh Lembaga Adat Melayu H. Wan Suhardi, akademisi Prof. Wiwik dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), dan Kabid Kebudayaan Disdikbud Natuna, Hadisun.
"Kegiatan ini juga sekaligus memperingati Hari Jadi ke-7 Kompas Benua," ujar dia.