Natuna (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua lokasi berbeda.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Natuna, Syawal, saat dikonfirmasi dari Natuna, Selasa, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/1) sore di wilayah Padang Hangus dan Mahligai.
"Kebakaran di Padang Hangus menghanguskan lahan seluas kurang lebih empat hektare. Sementara itu, kebakaran di wilayah Mahligai tercatat melalap area sekitar lima hektare," ucap dia.
Menurut Syawal, petugas berhasil memadamkan api di lokasi Mahligai setelah melakukan upaya pemadaman selama beberapa jam. Namun, berbeda dengan kondisi di Padang Hangus, api belum dapat dipadamkan secara maksimal.
Hal tersebut disebabkan oleh lokasi titik api yang berada cukup jauh ke dalam kawasan serta keterbatasan peralatan pemadaman yang dimiliki.
Baca juga: Gubernur Kepri beri rekomendasi pemekaran 2 kecamatan di Natuna
“Akhir operasi pemadaman kebakaran pada malam hari itu berlangsung hingga pukul 19.40 WIB,” ujar dia.
Disdamkarmat Natuna mencatat dalam beberapa hari terakhir kejadian karhutla cukup sering terjadi di wilayah Natuna. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan.
Syawal menambahkan, selama hampir sepekan terakhir Natuna mengalami cuaca panas berkepanjangan. Kondisi tersebut menyebabkan vegetasi dan tumbuhan menjadi kering sehingga rentan terbakar. Bahkan, pada Minggu (18/1), juga terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan luas mencapai sekitar 10 hektare.
"Kami imbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di musim panas seperti saat ini," kata dia.
Baca juga: Pemkab Natuna incar peluang bisnis logistik ke kapal pelintas ALKI I

Komentar