Asosiasi: Bisnis Ikan Air Tawar Batam Prospektif
Sabtu, 16 Februari 2013 16:18 WIB
Batam (Antara Kepri) - Ketua Asosiasi Pembudidaya Ikan Air Tawar Batam Rey Steven mengatakan usaha budi daya ikan air tawar untuk kebutuhan Batam dan daerah sekitar masih cukup prospektif karena pangsa pasarnya masih terbuka.
"Pangsa pasar ikan air tawar di Batam masih terbuka. Bahkan Singapura dan Malaysia juga sudah mulai menerima pasokan dari Batam untuk ikan jenis tertentu," kata Rey Steven menanggapi prospek budi daya ikan tawar di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, setiap bulan perputaran uang untuk sektor pembudidayaan ikan air tawar di Batam seperti nila, lele, gurami dan bawal, mencapai sekitar Rp9 miliar.
"Saat ini harga ikan juga tergolong bagus, untuk lele sekitar Rp20 ribu/kilogram, untuk jenis lain harganya lebih mahal lagi," kata dia.
Selain budi daya untuk konsumsi, kata dia, kebutuhan pembibitan untuk Batam, Bintan, Karimun, Natuna dan wilayah lain di Provinsi Kepri juga sangat tinggi.
Ray yang memiliki sekitar dua hektare lahan pembudidayaan ikan air tawar berbagai jrenis di wilayah Sei Temiang Sekupang mengatakan lele menjadi produk dengan tingkat kebutuhan paling tinggi.
"Pembudidaya di Batam sudah banyak. Sekitar 4.000 kolam ikan belum termasuk keramba. Jumlah petani ikan juga mencapai 2.000 orang," kata dia.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan Kota Batam, Suhartini mengatakan pembudidaya lele lokal hanya mampu memasok sekitar 90 ton dari 240 ton kebutuhan konsumsi lele per bulan.
"Ada sekitar 200 pembudidaya di Batam. Namun per hari hanya mampu memasok sekitar 90 ton saja. Sementara kebutuhan lele di Batam mencapai sekitar 240 ton. Sisanya didatangkan dari Malaysia," kata dia di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, saat ini di Batam ada sekitar 4.000 kolam tersebar di seluruh Batam yang dikelola oleh pembudidaya lokal.
"Pada 2012 ada bantuan bibit dari pemerintah pusat bagi pembudidaya lele Batam. Namun untuk tahun ini tidak ada bantuan bibit lele," kata dia.
Suhartini mengatakan, pada 2013 bantuan dari pusat ditujukan bagi pembudidaya ikan kerapu macan dengan pasar ekspor ke Malaysia dan Singapura. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Pangsa pasar ikan air tawar di Batam masih terbuka. Bahkan Singapura dan Malaysia juga sudah mulai menerima pasokan dari Batam untuk ikan jenis tertentu," kata Rey Steven menanggapi prospek budi daya ikan tawar di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, setiap bulan perputaran uang untuk sektor pembudidayaan ikan air tawar di Batam seperti nila, lele, gurami dan bawal, mencapai sekitar Rp9 miliar.
"Saat ini harga ikan juga tergolong bagus, untuk lele sekitar Rp20 ribu/kilogram, untuk jenis lain harganya lebih mahal lagi," kata dia.
Selain budi daya untuk konsumsi, kata dia, kebutuhan pembibitan untuk Batam, Bintan, Karimun, Natuna dan wilayah lain di Provinsi Kepri juga sangat tinggi.
Ray yang memiliki sekitar dua hektare lahan pembudidayaan ikan air tawar berbagai jrenis di wilayah Sei Temiang Sekupang mengatakan lele menjadi produk dengan tingkat kebutuhan paling tinggi.
"Pembudidaya di Batam sudah banyak. Sekitar 4.000 kolam ikan belum termasuk keramba. Jumlah petani ikan juga mencapai 2.000 orang," kata dia.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan Kota Batam, Suhartini mengatakan pembudidaya lele lokal hanya mampu memasok sekitar 90 ton dari 240 ton kebutuhan konsumsi lele per bulan.
"Ada sekitar 200 pembudidaya di Batam. Namun per hari hanya mampu memasok sekitar 90 ton saja. Sementara kebutuhan lele di Batam mencapai sekitar 240 ton. Sisanya didatangkan dari Malaysia," kata dia di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, saat ini di Batam ada sekitar 4.000 kolam tersebar di seluruh Batam yang dikelola oleh pembudidaya lokal.
"Pada 2012 ada bantuan bibit dari pemerintah pusat bagi pembudidaya lele Batam. Namun untuk tahun ini tidak ada bantuan bibit lele," kata dia.
Suhartini mengatakan, pada 2013 bantuan dari pusat ditujukan bagi pembudidaya ikan kerapu macan dengan pasar ekspor ke Malaysia dan Singapura. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sri Mulyani, Budi Arie hingga Budi Gunawan tersenyum saat terima surat khusus dari Prabowo
15 September 2025 16:37 WIB
KKP wujudkan pangan biru berkelanjutan dengan budi daya ikan, termasuk di Batam
10 September 2025 19:22 WIB
Mendag lepas ekspor produk industri dari Batam senilai 15 juta dolar AS ke 4 negara
14 August 2025 16:12 WIB
Menko sebut peredaran narkoba harus diberantas hingga jaringan terkecil di Indonesia
12 June 2025 16:48 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Di Tanjungpinang, Kepala BPS RI ajak pemda se-Kepri sukseskan sensus ekonomi 2026
31 January 2026 19:25 WIB
HPE tembaga dan emas Februari meningkat akibat permintaan global meningkat
30 January 2026 16:47 WIB
Ketua OJK nyatakan Plt Dirut BEI akan dipilih dari jajaran direksi yang menjabat
30 January 2026 15:15 WIB