Tanjungpinang (ANTARA) - Polres Karimun, Polda Kepulauan Riau (Kepri) memberikan peringatan kepada masyarakat terkait kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, mulai dari hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

"Khususnya para penumpang angkutan laut, nelayan, serta operator transportasi laut agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem," kata Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.

Kapolres Karimun menekankan pentingnya memperhatikan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan bersama saat beraktivitas di laut maupun di darat.

Ia turut mengingatkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem hujan dan angin kencang, termasuk menyiapkan alat keselamatan bila hendak berlayar guna mengantisipasi gelombang tinggi.

Selain itu, Kapolres mengimbau pengendara sepeda motor segera berteduh di tempat aman dan menghindari area pohon besar maupun tiang listrik saat cuaca ekstrem.

Lalu, orang tua diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran sungai atau pantai ketika hujan deras.

Selanjutnya, masyarakat ditekankan memperbarui informasi prakiraan cuaca baik darat, laut, maupun udara yang dikeluarkan oleh BMKG.

"Bagi pemilik sarana transportasi laut, pastikan kapal dalam kondisi layak berlayar, serta lengkapi alat keselamatan seperti life jacket dan alat navigasi," ujarnya.

AKBP Topan menegaskan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya korban jiwa akibat bencana alam yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. Keselamatan adalah prioritas utama.

"Mari bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan diri serta keluarga dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca saat ini,” kata Kapolres Karimun.

Sementara, cuaca ekstrem gelombang tinggi belakangan ini telah menyebabkan insiden tenggelamnya sebuah kapal KLM Green VI dengan bobot GT 98, bermuatan 3.900 sak semen atau setara 195 ton di perairan Pulau Moro, Kabupaten Karimun, Sabtu (25/10), sekira pukul 09.30 WIB.

Kejadian ini mengakibatkan seorang ABK hilang dan sampai saat ini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.


Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026