Moskow (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jumlah orang yang tewas di Jalur Gaza sejak gencatan senjata antara Israel dan gerakan Palestina Hamas mulai berlaku telah mencapai 93 orang, dengan lebih dari 330 lainnya terluka.
“Dalam 48 jam terakhir, rumah sakit-rumah sakit di Gaza telah menerima delapan jenazah yang ditemukan dari bawah reruntuhan, serta 13 orang yang terluka … Secara total, 93 orang tewas dan 337 terluka sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober,” kata kementerian tersebut pada Senin (27/10).
Pada 13 Oktober, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi mengenai gencatan senjata di Gaza.
Hamas kemudian membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup dan telah ditahan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Sebagai imbalannya, Israel membebaskan 1.718 tahanan Palestina dari Gaza dan 250 narapidana Palestina yang menjalani hukuman penjara yang panjang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca selanjutnya
213 pasien dievakuasi dari Gaza...
213 pasien Gaza berobat ke luar negeri
Sebanyak 213 pasien dan pendampingnya dievakuasi dari Jalur Gaza melalui Perlintasan Kerem Shalom di tenggara wilayah itu pada Minggu untuk menjalani perawatan medis di luar negeri.
Koresponden WAFA melaporkan, tim Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) membantu proses evakuasi pasien menuju Kerajaan Yordania dan beberapa negara Eropa.
Evakuasi ini merupakan bagian dari rangkaian operasi medis yang dilaksanakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna mengevakuasi pasien yang membutuhkan perawatan mendesak akibat krisis kemanusiaan berkepanjangan di Gaza.
Sebelum keberangkatan, petugas PRCS memberikan perawatan medis dan dukungan psikologis kepada para pasien, serta mengawal mereka dengan ambulans untuk memastikan keselamatan dan kondisi kesehatan tetap stabil selama perjalanan.
Sumber: WAFA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 93 Orang tewas sejak pemberlakuan gencatan senjata di Gaza