Batam (ANTARA) - Petugas Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mengevakuasi mayat pria tanpa identitas yang mengapung di perairan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

Kepala KSOP Khusus Batam M Takwim Masuku menjelaskan, mayat berjenis kelamin pria itu ditemukan pertama kali oleh MV Asean Raider 1 yang kemudian dilaporkan kepada Stasiun Vessel Traffic Services (VTS) Center Batam Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang siang tadi.

“Setelah menerima laporan, tim patroli KSOP menggunakan Rubber Boat KN.P.376 bergerak menuju lokasi guna melakukan evakuasi,” kata Takwim.

Setelah dievakuasi, selanjutnya mayat diserahkan kepada Polairud Polresta Barelang untuk keperluan penyidikan.

Baca juga: Kamis, cuaca Kepri diprakirakan berawan dan berpotensi hujan

“Guna penyelidikan lebih lanjut tim langsung membawa mayat tersebut ke Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar, kemudian diserahkan ke Polairud Polresta Barelang untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri,” ujarnya.

Takwim menambahkan, respon cepat mengevakuasi mayat tanpa identitas tersebut berkat koordinasi aktif pemangku kepentingan keselamatan pelayaran.

Pihaknya berharap koordinasi dan komunikasi ini dapat terus dilakukan guna meningkatkan kelancaran dan keselamatan pelayaran.

Terpisah, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri AKP Leanardo mengatakan pihaknya telah menerima kiriman mayat tanpa identitas yang dievakuasi oleh KSOP Khusus Batam siang tadi.

Menurut dia, jenazah tersebut kondisinya sulit dikenali, kemungkinan sudah lebih dari sehari meninggalnya.

Baca juga: BI Kepri gelar pelatihan dan UKW tingkatkan profesionalitas jurnalis

“Kondisi mayat tidak dapat dikenali secara visual. Tapi kami masih berupaya melakukan identifikasi personal,” katanya.

Identifikasi personal dilakukan dengan metode identifikasi forensik guna mengetahui identitas mayat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, mayat tanpa identitas itu saat ditemukan menggunakan celana pendek dan menggunakan jaket lengan panjang berwarna abu-abu, rambut pendek hitam, dan diperkirakan berusia 35 tahun.

Baca juga:
Kepri menargetkan angka kemiskinan turun 4,14 persen pada 2026

Bappeda Kepri gunakan strategi baru tekan angka kemiskinan


Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026