Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memulangkan sembilan WNI dari Kamboja, dengan tujuh di antaranya diduga diperkerjakan di sentra penipuan daring (online scam) di sejumlah wilayah di negara tersebut.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, seluruh WNI tersebut dipulangkan ke Indonesia dengan penerbangan komersial dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng pada malam ini.
Pemulangan para WNI tersebut terlaksana melalui kerja sama antara Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, dan Bareksrim Polri.
Para WNI tersebut telah menjalani proses keimigrasian setempat, termasuk penyelesaian proses deportasi dan penerbitan izin keluar.
Kemlu RI berkata bahwa para WNI tersebut berasal dari beberapa wilayah, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Utara.
Kemlu RI mengimbau masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap iming-iming pekerjaan di luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi karena berisiko berujung pada eksploitasi kejahatan maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemlu RI pulangkan 9 WNI dari Kamboja, 7 diduga korban online scam
Kemenlu pulangkan 9 WNI diduga jadi korban scam dari Kamboja
Jumat, 26 Desember 2025 17:17 WIB
Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh mendampingi 107 WNI yang ditangkap oleh Kepolisian Kamboja terkait kasus penipuan daring (online scam) di Phnom Penh, Kamboja. ANTARA/HO-KBRI Phnom Penh/aa. (Handout KBRI Phnom Penh)
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor : Nadilla
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG keluarkan peringatan waspada gelombang tinggi pada 17 Februari di Kepri
13 February 2026 18:08 WIB
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
BMKG keluarkan peringatan waspada gelombang tinggi pada 17 Februari di Kepri
13 February 2026 18:08 WIB
AHY ungkap Infrastruktur harus multifungsi usai berhasil uji coba pendaratan jet tempur di tol
12 February 2026 14:29 WIB
Pemerintah ekspor 2.280 ton beras untuk kebutuhan jamaah haji ke Arab Saudi
09 February 2026 14:28 WIB