Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat kinerja ekonomi Batam tetap solid hingga akhir 2025, serta sektor investasi menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat Batam.
“Sepanjang 2025, Batam mencatat realisasi investasi yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Ini menunjukkan Batam tetap dipercaya dan mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.
Hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca juga: Awal tahun 2026, cuaca di wilayah Kepri diprakirakan berawan dan berpotensi hujan
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sektor investasi, kemudian diikuti industri pengolahan, perdagangan, serta sektor logistik yang terus bergerak aktif.
Dari sisi investasi, BP Batam mencatat realisasi penanaman modal hingga September 2025 mencapai Rp54,7 triliun atau sekitar 91 persen dari target Rp60 triliun.
Capaian ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai, struktur investasi yang masuk ke Batam menunjukkan tren yang semakin sehat, khususnya dari penanaman modal dalam negeri.
“Meningkatnya investasi dalam negeri menunjukkan ekosistem usaha Batam semakin dipercaya. Nilai tambah ekonomi semakin banyak tinggal di dalam negeri, dan ini menjadi pondasi penting bagi daya saing jangka panjang Batam,” ujarnya.
Dukungan kebijakan dari pemerintah pusat sepanjang 2025, juga dinilai berperan penting dalam menjaga iklim investasi.
Baca juga: Produk UMKM Kepri diminati pembeli mancanegara
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis menyampaikan, arahan Batam sebagai kawasan investasi strategis menjadi landasan utama dalam perumusan kebijakan BP Batam ke depan.
“Batam diarahkan untuk berperan nyata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kami memastikan investasi yang masuk bersifat produktif, inklusif, dan memberi dampak langsung bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” kata Fary.
Ke depan, BP Batam akan fokus pada percepatan layanan investasi, penyederhanaan regulasi, serta penguatan ekosistem usaha agar Batam semakin kompetitif sebagai tujuan investasi utama, baik nasional maupun internasional.
Baca juga:
Romo Pascal sebut pemberantasan TPPO butuh keberpihakan pada kemanusiaan
Batam tutup 2025 dengan realisasi investasi yang kuat