Ankara (ANTARA) - China, Minggu, mengecam intervensi militer Washington di Venezuela yang menangkap presidennya, dengan mengatakan Beijing selalu menentang penggunaan atau ancaman kekerasan dan tidak ada negara yang dapat bertindak sebagai “polisi dunia,” menurut media pemerintah China.

“China selalu menentang penggunaan atau ancaman kekerasan, serta pemaksaan kehendak suatu negara terhadap negara lain,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pernyataannya.

Pernyataan itu menanggapi serangan AS pada Sabtu (3/1) terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, yang dibawa keluar negeri oleh pasukan AS ke New York untuk menghadapi tuduhan narkoba.

Lanskap internasional saat ini "menjadi semakin bergejolak dan kompleks, dengan intimidasi sepihak yang meningkat," kata Wang, menambahkan bahwa "perubahan situasi tiba-tiba di Venezuela telah menarik perhatian besar dari komunitas internasional."

Sebelumnya, Beijing mengeluarkan dua pernyataan terpisah mengenai serangan AS di Venezuela, yang menyatakan "keterkejutan" dan "kecaman" serta menuntut agar Washington segera membebaskan Maduro dan istrinya.

"Kami tidak pernah percaya bahwa negara mana pun dapat berperan sebagai polisi dunia, dan kami juga tidak setuju bahwa negara mana pun dapat mengeklaim dirinya sebagai hakim internasional," kata Wang, menambahkan bahwa kedaulatan dan keamanan semua negara harus sepenuhnya dihormati dan dilindungi.

Sumber: Anadolu