Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak rob dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah pesisir, memberikan imbauan langsung kepada masyarakat, serta menyiagakan Posko BPBD 24 jam di Kantor BPBD Jalan Ahmad Yani Kota Tanjungpinang.
"Masyarakat dapat menghubungi hotline BPBD Tanjungpinang di nomor 0771-20949 untuk layanan tanggap darurat selama banjir rob," katanya di Tanjungpinang, Kamis.
Dia menjelaskan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga aktif patroli serta melakukan langkah evakuasi dan penyedotan air di rumah-rumah warga terendam rob menggunakan mesin pompa setelah air laut surut.
Selain itu, petugas membantu pembersihan rumah dan lingkungan dari lumpur serta sampah yang terbawa air pasang.
"Masyarakat diimbau segera melaporkan kondisi darurat, mengamankan barang berharga, serta menghindari aktivitas di kawasan rawan saat pasang laut maksimum berlangsung," ujarnya.
Ia mengatakan banjir pesisir menggenangi sejumlah wilayah Tanjungpinang sejak Rabu (7/1) hingga Kamis (8/1). Banjir mulai terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, seiring dengan terjadi pasang maksimum air laut.
Berdasarkan data pemantauan lapangan BPBD Tanjungpinang, wilayah terdampak genangan rob, meliputi pesisir Kelurahan Melayu Kota Piring, Kelurahan Penyengat, Kelurahan Tanjung Unggat, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Sultan Mahmud.
Selain itu, kawasan Kosgoro (seberang Gang Akasia), Kelurahan Kemboja, Kampung Bulang, Jalan Rawasari, Jalan Daeng Celak, Pesisir Kampung Madong, Jalan Usman Harun Teluk Keriting, Pesisir dan kawasan Vihara Senggarang, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Jalan Cemara Kelurahan Tanjung Unggat, Jalan Sri Payung Kelurahan Tanjung Unggat, Gang Suka Berenang, Jalan Akasia, dan Jalan Ir Sutami.
Selain itu, Pantai Impian, Plantar II, Kelurahan Tanjungpinang Kota, Jalan Gambir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Perumahan Taman Sari Kelurahan Sei Jang, Kampung Kolam Kelurahan Sei Jang, Jalan Bhayangkara Gang Nipah, serta Jalan MT Haryono Gang Suka Nusa.
Genangan air laut dilaporkan masu ruas-ruas jalan dan permukiman pesisir. Di beberapa lokasi, air menggenangi teras, dapur, hingga ruang tengah rumah warga, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
"Petugas kami bersiaga untuk membantu evakuasi ringan, penyedotan air, serta pembersihan rumah warga setelah air laut mulai surut," ucapnya.
Ia menjelaskan rob yang terjadi di pusat ibu kota Provinsi Kepri itu, masih berkaitan dengan fenomena pasang maksimum air laut.
BPBD siap memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.
"Potensi banjir rob masih dapat terjadi seiring pasang laut maksimum. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG serta Pemerintah Kota Tanjungpinang," demikian Yamin.