Logo Header Antaranews Kepri

BPJS Kesehatan Tanjungpinang sebut peserta JKN bisa berobat di mana saja saat mudik

Selasa, 10 Maret 2026 17:51 WIB
Image Print
Kepala Bagian Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan Wyzri Andipo (kiri) memberikan keterangan layanan JKN saat libur lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Kantor BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Kepri, Selasa (10/3/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Kota Tanjungpinang (TPI), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa berobat di mana saja pada momen mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Bagian Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan Wyzri Andipo mengatakan ketentuan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018, yakni bagi masyarakat Indonesia yang berniat berkunjung atau mudik di luar domisili (tidak menetap), bisa mengakses layanan fasilitas kesehatan selama tiga kali dalam satu bulan.

"Silakan datang ke fasilitas kesehatan terdekat, dengan catatan kartu JKN-nya aktif," kata Andipo di Tanjungpinang, Selasa.

Oleh karena itu, Andipo mengimbau masyarakat Tanjungpinang yang akan mudik ke luar kota, seperti Jakarta, dapat melunasi iuran kepesertaan JKN-nya sebelum tanggal 10 Maret 2026, sehingga tak ada kendala jika membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

Ia khawatir masyarakat terkendala membayar iuran JKN pada musim libur Idul Fitri, karena potensi gangguan layanan perbankan.

"Kalau kartu JKN-nya tak aktif, tentu akan menghambat peserta memperoleh pelayanan kesehatan ketika kondisi emergency," ungkapnya.

Baca juga: Dukung program beasiswa, Pemkab Natuna jajaki kerja sama dengan 11 perguruan tinggi

Selain itu, Andipo turut menegaskan peserta JKN yang dalam kondisi emergency saat mudik Lebaran, bisa langsung datang ke layanan instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit, tanpa terkecuali. Bahkan rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tetap melayani peserta JKN, karena tagihan biaya rumah sakit akan diklaim ke BPJS Kesehatan.

Menurutnya BPJS Kesehatan telah menetapkan lima kriteria emergency, yakni gangguan jalan nafas, lalu gangguan hemodinamik, penurunan kesadaran, mengancam/membahayakan nyawa, dan butuh tindakan segera.

"Lima kriteria emergency ini sudah cukup, tak perlu diagnosa lagi, seperti ukur suhu harus 40 derajat celcius," ungkap Andipo.

Lanjutnya menambahkan peserta JKN yang tengah mudik juga bisa berobat di fasilitas kesehatan dengan menunjukkan KTP, apabila tidak membawa kartu JKN.

Sementara, peserta JKN yang menghadapi kendala layanan kesehatan saat mudik, dapat melapor ke Call Center 165, atau lewat Whatsapp Pandwa 0811 8165 165, termasuk melalui aplikasi mobile JKN di menu penyampaian keluhan.

"Laporan akan diproses 1×24 jam," katanya menegaskan.

Andipo memastikan layanan peserta JKN tetap optimal selama masa liburan Idul Fitri 1447 Hijriah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu memerlukan pelayanan kesehatan.


Baca juga: Baznas Batam salurkan bantuan ke 1.870 penerima manfaat dan 300 penyandang disabilitas



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026