Bintan, Kepri (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), telah menangani 69 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari 2026.
Sekretaris BPBD Bintan Agus Ariyadi mengatakan kejadian karhutla itu ditangani Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemadam Kebakaran (UPTD Damkar) di tiga kecamatan, yaitu UPTD Damkar Kecamatan Tanjung Uban 13 kejadian, lalu UPTD Damkar Kecamatan Toapaya 35 kejadian, dan UPTD Kecamatan Bintan Timur 21 kejadian.
"Luas area karhutla bervariasi antara setengah hektare hingga satu setengah hektare per kejadian. Rata-rata menyasar lahan kosong yang tak diketahui pemiliknya," kata Ariyadi di Tanjungpinang, Selasa.
Ia menduga maraknya karhutla pada awal tahun ini dipicu pembukaan lahan dengan cara dibakar saat cuaca panas, namun penyebab pastinya menjadi wewenang aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihaknya mengimbau sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan, karena musim panas yang disertai angin kencang berisiko memicu kebakaran lebih besar dan berdampak terhadap lingkungan serta pemukiman warga.
Baca juga: Kejati Kepri beri pendampingan hukum di sektor perbankan
"Baru-baru ini karhutla di Desa Malang Rapat menyebabkan satu unit tempat usaha warga di pinggir jalan terbakar, beruntung personel damkar cepat respon dan segera memadamkan api," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini BPBD Bintan siap siaga selama 1×24 jam guna menindak lanjuti apabila ada laporan warga terkait karhutla di wilayah sekitar.
Menurutnya, BPBD memiliki 60-an personel damkar serta enam armada pemadam di tingkat UPTD Damkar se-Bintan. Para personel damkar siaga siang dan malam guna melakukan upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.
Dia berharap peristiwa karhutla tidak terjadi lagi jelang bulan suci Ramadhan. Pihaknya mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, bersama-sama meminimalisir potensi karhutla dengan tidak membakar sampah atau lahan sembarangan.
"Belakangan, hampir tiap hari personel damkar berjibaku memadamkan karhutla siang dan malam, namun tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan di lapangan," ucap Agus Ariyadi.
Baca juga: Polisi tangkap pencuri dompet WNA Singapura di Batam