Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) membangun dua dermaga apung High Density Polyethylene (HDPE) guna memperkuat konektivitas di pulau terluar, khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna.
"Dermaga apung dibangun di Pulau Matak (Anambas), lalu di Selat Lampa (Natuna)," kata Kepala Dishub Kepri Junaidi di Tanjungpinang, Rabu.
Junaidi mengatakan kedua proyek itu didanai melalui APBD Kepri tahun anggaran 2026. Pembangunan dermaga apung itu menelan anggaran sekitar Rp2 miliar sampai dengan Rp3 miliar per unit.
Menurut dia, proyek tersebut sudah selesai dilelang dan sedang dalam proses pengerjaan, dengan target pembangunan dua sampai tiga bulan kalendar masa kerja.
"Saat ini sedang proses pengiriman bahan material ke lokasi pembangunan dermaga, menggunakan kargo," ujar Junaidi.
Junaidi menyebutkan pembangunan dermaga apung merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kepri dalam menjawab tantangan geografis daerah kepulauan, terutama di pulau-pulau terluar.
Menurut dia, Kepri adalah provinsi maritim dengan 96 persen luas lautan, sehingga konektivitas laut menjadi urat nadi pembangunan daerah.
"Dermaga apung HDPE adalah solusi yang adaptif, efisien, dan tepat untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil," katanya.
Ia turut menjelaskan infrastruktur laut tersebut bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi tentang membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan akses yang semakin baik, maka aktivitas perikanan, perdagangan, hingga pariwisata terutama di pulau-pulau akan semakin bergerak.
"Pembangunan dermaga apung memperkuat fondasi Kepri sebagai provinsi maritim yang maju dan terkoneksi," ujar dia.
Junaidi turut memaparkan dermaga apung HDPE memiliki spesifikasi ponton HDPE berukuran 9 meter x 4,5 meter, gangway sepanjang 13,5 meter dengan lebar 1,7 meter, serta trestle berukuran 4,5 meter x 3 meter.
Dengan desain yang kokoh namun fleksibel, dermaga tersebut mampu menyesuaikan pasang surut air laut, sehingga memudahkan proses sandar kapal dalam berbagai kondisi cuaca.
Jika dibandingkan dengan dermaga beton konvensional maupun dermaga kayu, dermaga apung HDPE memiliki sejumlah keunggulan. Material HDPE juga lebih tahan terhadap korosi air laut dan tidak mudah lapuk, sehingga biaya perawatan jauh lebih rendah.
Selain itu, lanjutnya, struktur apungnya juga mengikuti dinamika gelombang dan pasang surut, membuat aktivitas naik turun penumpang maupun bongkar muat barang menjadi lebih aman dan nyaman.
"Waktu pembangunan relatif lebih cepat dan ramah lingkungan, karena tidak memerlukan struktur pondasi permanen yang masif di dasar laut," kata Junaidi.
Kepri bangun 2 dermaga apung HDPE perkuat konektivitas pulau terluar
Rabu, 29 April 2026 19:33 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Junaidi. ANTARA/Ogen
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri kembangkan budidaya rumput laut seluas 10 ribu hektare di Kabupaten Lingga
26 May 2026 12:03 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pemprov Kepri kembangkan budidaya rumput laut seluas 10 ribu hektare di Kabupaten Lingga
26 May 2026 12:03 WIB