Tanjungpinang (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Tanjungpinang merealisasikan pembangunan infrastruktur Jembatan "Armco" di dua desa yang tersebar di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
"Pembangunan jembatan ini dilaksanakan di Desa Toapaya Selatan dan Desa Toapaya Utara," kata Komandan Kodim (Dandim) 0315/Tanjungpinang Kolonel Inf Abdul Hamid di Bintan, Jumat.
Pembangunan jembatan tersebut ditandai dengan prosesi pembuatan rangka baja oleh personel Kodim 0315/Tanjungpinang.
Dandim mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah melalui jajaran TNI AD dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan infrastruktur desa yang berkelanjutan.
Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis guna mengatasi keterbatasan akses transportasi masyarakat, terutama saat musim hujan dan banjir.
"Jembatan Armco ini sangat penting, karena selama ini masyarakat desa di Bintan kerap mengalami kendala mobilitas, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial," ungkap Dandim.
Kolonel Abdul Hamid menambahkan hingga saat ini pembangunan Jembatan Armco telah direalisasikan di lima titik yang tersebar di Desa Toapaya Selatan dan Desa Toapaya Utara.
Kelima titik pembangunan jembatan dimaksud berada di Sungai Mentrus Desa Toapaya Selatan, Sungai Kongsi Desa Toapaya Selatan, Sungai Bangun Rejo Desa Toapaya Utara, Sungai Kangboi Dalam Desa Toapaya Utara, dan Sungai Lome Desa Toapaya Utara.
"Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan ini juga berdampak positif terhadap sektor pertanian, pendidikan, serta perekonomian masyarakat," ujarnya.
Dandim turut memaparkan bahwa Jembatan Armco merupakan sebutan bagi jembatan yang dibangun menggunakan gorong-gorong tipe Armco, yakni sebuah struktur berbentuk pipa yang dibuat dari lembaran baja galvanis.
Lembaran baja ini dibentuk melalui proses cold-forming untuk menciptakan serangkaian alur atau gelombang (korugasi) yang paralel.
Proses inilah yang memberikan kekuatan luar biasa pada struktur tersebut sehingga dapat digunakan sebagai material dalam pembangunan jembatan.
"Untuk struktur jembatan akan dilengkapi tiga lubang olo atau plat konstruksi utama sebagai penopang, yang dirancang guna mendukung mobilitas kendaraan masyarakat serta distribusi hasil perkebunan dan pertanian secara optimal," demikian Dandim 0315/Tanjungpinang.