Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Karimun resmikan jembatan antardesa perkuat konektivitas masyarakat

Rabu, 29 April 2026 16:05 WIB
Image Print
Peresmian Jembatan Gantung Tok Kenot di Kecamatan Belat Kabupaten Karimun, Kepri. (ANTARA/HO-Pemkab Karimun)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), memperkuat konektivitas warga dengan antardesa dengan diresmikannya Jembatan Gantung Tok Kenot yang menghubungkan Desa Tebias dan Desa Sungai Asam di Kecamatan Belat.

Bupati Kabupaten Karimun Iskandarsyah mengatakan pembangunan jembatan tersebut dilakukan atas usulan masyarakat dari dua desa yang selama ini membutuhkan akses darat yang lebih mudah.

“Kemarin atas nama pemerintah pusat dan usulan dari dua desa yang terhubung, saya meresmikan Jembatan Tok Kenot," ujar Iskandarsyah saat dihubungi di Batam, Rabu.

Ia menjelaskan, kehadiran jembatan gantung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

“Selama ini mobilitas antar desa masih bergantung pada transportasi laut, kini teratasi dengan adanya jembatan gantung,” katanya.

Jembatan Gantung Tok Kenot dibangun sejak 2025 menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan nilai Rp7,07 miliar.

Infrastruktur tersebut memiliki panjang 60 meter dan lebar 1,5 meter, yang diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua.

Baca juga: TVRI gandeng Diskominfo Kepri sosialisasikan dan publikasi hak siar Piala Dunia 2026

Selain itu, Pemkab Karimun juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar pada 2026 untuk pembangunan akses jalan dari jembatan menuju Kantor Desa Sungai Asam.

“Saat ini dalam tahap penyusunan Detailed Engineering Design (DED) oleh konsultan, lalu akan segera dilaksanakan pembangunan fisik setelah perencanaan rampung,” katanya.

Menurut Iskandarsyah, Jembatan Tok Kenot itu menjadi infrastruktur strategis bagi aktivitas masyarakat di Kecamatan Belat.

“Jembatan ini tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” ujar dia.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan juga akan mempermudah akses pelajar serta masyarakat yang hendak menuju Tanjung Balai Karimun melalui pelabuhan.

“Kini anak-anak sekolah dan masyarakat yang hendak menuju Tanjung Balai Karimun melalui pelabuhan memiliki akses darat,” katanya.

Dengan rampungnya pembangunan tersebut, Iskandarsyah mengharapkan konektivitas antardesa semakin lancar dan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.


Baca juga: PLN Batam terapkan teknologi Smart Grid AMI, Meteran Listrik Jadi Online



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026