Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi yang terjadi di Kota Tanjungpinang pada November 2013 mencapai 0,10 persen, lebih kecil dibanding Batam sebesar 0,62 persen.
"Inflasi tertinggi pada 16 kota di Sumatera terjadi di di Kota Pematang Siantar sebesar 1,39 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,03 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri), Dumagar Hutauruk, di Tanjungpinang, Selasa.
Indeks harga konsumen pada November 2013 naik dari 147,49 pada Oktober 2013 menjadi 147,64 atau terjadi inflasi sebesar 0,10 persen. Perubahan harga pada 85 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Tanjungpinang pada November 2013.
Sebanyak 61 komoditas diantaranya mengalami kenaikan harga, seperti tarif gunting rambut wanita, tarif gunting rambut anak, wortel, donat, cumi-cumi, kentang, tarif gunting rambut pria, kipas angin, kayu lapis, tomat sayur, udang basah, ikan teri, kecambah, "hand body lotion", biskuit, tarif listrik, "magic com", cabai merah, kol putih, makanan ringan, vitamin, dan obat gosok.
Sebaliknya, 24 komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga yaitu ketimun, kangkung, sawi hijau, ikan tongkol, nangka muda, ikan kakap merah, ikan selar, ikan tenggiri, buncis, cabai rawit, cabai hijau, kelapa, emas perhiasan, ikan kembung, kacang tanah, terong panjang, televisi berwarna, gula pasir, minyak rambut, beras, lemari pendingin, mesin cuci, daging ayam ras dan tepung terigu.
"Inflasi di Tanjungpinang disebabkan perubahan harga pada 85 barang dan jasa, 24 diantaranya mengalami penurunan harga," ujarnya.
Hutauruk mengemukakan, berdasarkan pengelompokannya inflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan oleh naiknya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,48 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,90 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,77 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen.
Sebaliknya, kelompok bahan makanan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,73 persen, kelompok sandang sebesar 0,94 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,07 persen.
"Laju inflasi tahun kalender (Januari - November) 2013 di Kota Tanjungpinang sebesar 9,40 persen dan laju inflasi 'year on year' (November 2013 dibanding dengan November 2012) di Kota Tanjungpinang sebesar 10,53 persen," ungkapnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Tanjungpinang Inflasi 0,10 Persen
Selasa, 3 Desember 2013 20:41 WIB
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Rudenim Pusat Tanjungpinang bagikan hasil panen IMI FARM kepada warga sekitar
03 June 2026 22:54 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB