Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan Rio Wanis diancam oleh orang tak dikenal terkait aksi unjuk rasa yang direncanakan digelar HMI di kantor kepolisian setempat, Rabu.
"Kemarin sore saya terima ancaman yang dikirim melalui sistem layanan pesan singkat ponsel," kata Rio kepada wartawan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu.
Dia membeberkan kalimat bernada ancaman yang diterimanya berbunyi, "Puas-puas kau besok unjuk rasa selesai itu kamu pun selesai!!! Kau yang pecahkan priok nasi kami!"
Ia mengemukakan jarang menerima ancaman seperti itu. "Tetapi, kami tetap waspada," ujarnya.
Rio menyatakan, tidak takut walaupun diancam, karena unjuk rasa dilakukannya berhubungan dengan kepentingan orang banyak.
Ia beserta rekan-rekannya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjungpinang menuntut tempat perjudian dan prostitusi ditutup karena menimbulkan keresahan masyarakat.
Koordinator aksi Ardiansyah sudah melayangkan surat ke Polres Tanjungpinang terkait rencana aksi demonstrasi yang dilaksanakan hari ini pukul 09.00 WIB.
"Kami memperjuangkan kepentingan masyarakat, jadi kami tidak takut dengan ancaman tersebut," katanya.
Dia belum dapat memastikan apakah ancaman itu berasal dari orang-orang yang memiliki bisnis perjudian atau prostitusi. Karena terbuka kemungkinan, ancaman berasal dari orang-orang yang hanya ingin menakut-nakuti kader HMI.
Seandainya ada ancaman lagi dan tindakan yang mengarah pada kejahatan, maka ia akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
"Saat ini, kalimat ancaman yang dikirim ke ponsel saya, belum mau saya tanggapi atau pun laporkan kepada pihak kepolisian," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
"Kemarin sore saya terima ancaman yang dikirim melalui sistem layanan pesan singkat ponsel," kata Rio kepada wartawan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu.
Dia membeberkan kalimat bernada ancaman yang diterimanya berbunyi, "Puas-puas kau besok unjuk rasa selesai itu kamu pun selesai!!! Kau yang pecahkan priok nasi kami!"
Ia mengemukakan jarang menerima ancaman seperti itu. "Tetapi, kami tetap waspada," ujarnya.
Rio menyatakan, tidak takut walaupun diancam, karena unjuk rasa dilakukannya berhubungan dengan kepentingan orang banyak.
Ia beserta rekan-rekannya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjungpinang menuntut tempat perjudian dan prostitusi ditutup karena menimbulkan keresahan masyarakat.
Koordinator aksi Ardiansyah sudah melayangkan surat ke Polres Tanjungpinang terkait rencana aksi demonstrasi yang dilaksanakan hari ini pukul 09.00 WIB.
"Kami memperjuangkan kepentingan masyarakat, jadi kami tidak takut dengan ancaman tersebut," katanya.
Dia belum dapat memastikan apakah ancaman itu berasal dari orang-orang yang memiliki bisnis perjudian atau prostitusi. Karena terbuka kemungkinan, ancaman berasal dari orang-orang yang hanya ingin menakut-nakuti kader HMI.
Seandainya ada ancaman lagi dan tindakan yang mengarah pada kejahatan, maka ia akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
"Saat ini, kalimat ancaman yang dikirim ke ponsel saya, belum mau saya tanggapi atau pun laporkan kepada pihak kepolisian," katanya.(Antara)
Editor: Dedi