Lalulintas Kapal Terminal Curah Cair Kabil Menurun
Selasa, 18 Maret 2014 21:54 WIB
Batam (Antara Kepri) - Lalulintas bongkar muat kapal di Terminal Umum Curah Cair Pelabuhan CPO Kabil Batam yang dikelola BP Batam selama periode Februari 2014 menurun dibanding bulan sebelumnya.
"Pada Januari kami melayani 187 kapal bongkar muat kapal berbendera Indonesia dan 23 kapal berbendera saing. Sementara pada Februari hanya 162 kapal berbendera Indoensia dan 10 berbendera asing," kata Kepala Satuan Kerja Terminal Umum Curah Cair Kabil, Sheldy Irawan di Batam, Selasa.
Ia mengatakan, jenis kapal yang dilayani pada Januari adalah 22 motor tanker (MT), 83 tugboat, 82 tongkang berbendera Indonesia serta 2 kapal motor (KM) dan 21 MT berbendera asing.
Sementara pada Februari, 27 MT, 69 tugboat, 66 tongkang berbendera Indoensia. Sementara untuk kapal berbendera asing terdiri dari satu KM dan 9 MT.
"Kalau dihitung, jumlah barang untuk eskpor yang dimuat lebih banyak dibanding untuk kebutuhan dalam negeri," kata dia.
Meski pada Februari 2014 mengalami penurunan, kata dia, namun sejak awal hingga pertengahan Maret jumlah kapal yang antre untuk proses bongkar muat bahan baku dan produk olahan CPO kembali menunjukkan peningkatan.
"Kalau dilihat sudah mulai meningkat. Bisa jadi karena kondisi arus diperairan yang sudah kembali stabil pascamusim angin utara di perairan Kepri," kata dia.
Badan Pengusahaan Batam, Senin (17/3) juga merilis data bongkar muat petikemas di Pelabuhan Batuampar yang selama 2013 mencapai 277.258 twenty feet equivalent units (TEU's).
Untuk pergerakan petikemas dalam negeri mencapai 104.679 TEU's, terdiri dari bongkar 51.599 TEU's dan muat 53.080 TEU's.
Selain itu, untuk kegiatan pelayanan petikemas keperluan eksor dam impor mencapai 172.589 TEU's dengan rincian impor 85.550 TEU's dan ekspor 87.039 TEU's.
Angka tersebut menurut BP Batam sudah melebihi kapaitas pelabuhan yang hanya mampu menampung 230 ribu TEU'S.(Antara)
Editor: Dedi
"Pada Januari kami melayani 187 kapal bongkar muat kapal berbendera Indonesia dan 23 kapal berbendera saing. Sementara pada Februari hanya 162 kapal berbendera Indoensia dan 10 berbendera asing," kata Kepala Satuan Kerja Terminal Umum Curah Cair Kabil, Sheldy Irawan di Batam, Selasa.
Ia mengatakan, jenis kapal yang dilayani pada Januari adalah 22 motor tanker (MT), 83 tugboat, 82 tongkang berbendera Indonesia serta 2 kapal motor (KM) dan 21 MT berbendera asing.
Sementara pada Februari, 27 MT, 69 tugboat, 66 tongkang berbendera Indoensia. Sementara untuk kapal berbendera asing terdiri dari satu KM dan 9 MT.
"Kalau dihitung, jumlah barang untuk eskpor yang dimuat lebih banyak dibanding untuk kebutuhan dalam negeri," kata dia.
Meski pada Februari 2014 mengalami penurunan, kata dia, namun sejak awal hingga pertengahan Maret jumlah kapal yang antre untuk proses bongkar muat bahan baku dan produk olahan CPO kembali menunjukkan peningkatan.
"Kalau dilihat sudah mulai meningkat. Bisa jadi karena kondisi arus diperairan yang sudah kembali stabil pascamusim angin utara di perairan Kepri," kata dia.
Badan Pengusahaan Batam, Senin (17/3) juga merilis data bongkar muat petikemas di Pelabuhan Batuampar yang selama 2013 mencapai 277.258 twenty feet equivalent units (TEU's).
Untuk pergerakan petikemas dalam negeri mencapai 104.679 TEU's, terdiri dari bongkar 51.599 TEU's dan muat 53.080 TEU's.
Selain itu, untuk kegiatan pelayanan petikemas keperluan eksor dam impor mencapai 172.589 TEU's dengan rincian impor 85.550 TEU's dan ekspor 87.039 TEU's.
Angka tersebut menurut BP Batam sudah melebihi kapaitas pelabuhan yang hanya mampu menampung 230 ribu TEU'S.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sidang kasus Nikita Mirzani bongkar produk Reza Gladys tidak terdaftar dalam BPOM
31 July 2025 15:55 WIB
Polres Karimun awasi distribusi dan bongkar muat pangan dukung Astacita
01 November 2024 7:58 WIB, 2024
Polres Cirebon Kota bongkar praktik ilegal pembuatan konten pornografi anak
17 October 2024 13:58 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Harga emas di Pegadaian hari ini Jumat 13 Februari naik, tembus Rp3 juta/ gram
13 February 2026 8:36 WIB