Perusahaan Tiongkok Bangun Pabrik Baja di Batam
Sabtu, 10 Mei 2014 22:59 WIB
Batam (Antara Kepri) - Perusahaan asal Tiongkok berencana menanamkan modalnya di Kawasan Pedagangan dan Pelabuhan Bebas Batam dengan membangun sebuah pabrik baja dengan nilai investasi Rp30 miliar.
"Aplikasinya sudah disampaikan di Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka akan membangun pabrik dengan investasi Rp30 miliar," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan di Batam, Sabtu.
Ilham mengatakan, hingga saat ini perusahaan tersebut belum menentukan pada kawasan industri mana akan membangun pabriknya.
"Untuk lokasinya belum diketahui secara pasti. Namun mereka pasti akan membangun di Batam. Tinggal tunggu waktunya saja," kata dia.
Ilham mengatakan, keinginan investor tersebut menunjukkan Batam masih kondusif dan diminati perusahaan-perusahaan asing untuk mendirikan usaha.
Selain akan membangun pabrik di Batam, kata dia, perusahaan tersebut juga akan membangun perusahaan lain di Indonesia timur.
"Salah satu alasan mereka menyampaikan aplikasi di Jakarta karena juga akan membangun pabrik lain di bagian timur Indonesia," kata Ilham.
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho menargetkan nilai aplikasi investasi pada 2014 mencapai 500 juta dolar AS.
Ia mengatakan, target tersebut realistis mengingat sejumlah negara Amerika dan Eropa mulai pulih dari krisis global. Sementara negara-negara kawasan Asia diharapkan akan menjadi penyumpang investasi terbesar untuk Batam pada 2014.
"Jepang salah satu target utama promosi investasi kami pada 2014, setelah negara tersebut pulih dari bencana tsunami," kata Djoko.
Djoko mengatakan, selain komitmen investasi, hingga Maret 2014 juga sudah banyak perusahaan yang merealisasikan investasi di Batam pada berbagai bidang. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Aplikasinya sudah disampaikan di Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka akan membangun pabrik dengan investasi Rp30 miliar," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan di Batam, Sabtu.
Ilham mengatakan, hingga saat ini perusahaan tersebut belum menentukan pada kawasan industri mana akan membangun pabriknya.
"Untuk lokasinya belum diketahui secara pasti. Namun mereka pasti akan membangun di Batam. Tinggal tunggu waktunya saja," kata dia.
Ilham mengatakan, keinginan investor tersebut menunjukkan Batam masih kondusif dan diminati perusahaan-perusahaan asing untuk mendirikan usaha.
Selain akan membangun pabrik di Batam, kata dia, perusahaan tersebut juga akan membangun perusahaan lain di Indonesia timur.
"Salah satu alasan mereka menyampaikan aplikasi di Jakarta karena juga akan membangun pabrik lain di bagian timur Indonesia," kata Ilham.
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho menargetkan nilai aplikasi investasi pada 2014 mencapai 500 juta dolar AS.
Ia mengatakan, target tersebut realistis mengingat sejumlah negara Amerika dan Eropa mulai pulih dari krisis global. Sementara negara-negara kawasan Asia diharapkan akan menjadi penyumpang investasi terbesar untuk Batam pada 2014.
"Jepang salah satu target utama promosi investasi kami pada 2014, setelah negara tersebut pulih dari bencana tsunami," kata Djoko.
Djoko mengatakan, selain komitmen investasi, hingga Maret 2014 juga sudah banyak perusahaan yang merealisasikan investasi di Batam pada berbagai bidang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imigrasi Tanjungpinang deportasi 15 WNA Tiongkok karena langgar izin tinggal
12 August 2025 14:23 WIB
Polresta Barelang bentuk tim usut tewasnya warga negara China di Batu Ampar
09 August 2024 12:13 WIB, 2024
Terpopuler - Info BP Batam
Lihat Juga
Pemda DIY apresiasi partisipasi BP Batam di pameran Jogja TCTI 2021
28 November 2021 10:03 WIB, 2021
BP Batam sosialisasikan pengembangan infrastruktur kawasan dan destinasi wisata di Bogor
24 October 2021 11:23 WIB, 2021