
Pemprov Kepri berupaya gaet investor Tiongkok perkuat ekonomi

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus berupaya menggaet investor Tiongkok, dengan menawarkan sejumlah sektor prioritas investasi yang meliputi minyak dan gas bumi, perikanan, pariwisata serta industri.
"Kami ingin Kepri menjadi mitra strategis industri Tiongkok sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi yang selama ini sudah terbangun," kata Ansar di Tanjungpinang, Minggu.
Gubernur Ansar menjelaskan untuk sektor minyak dan gas di Blok Natuna memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi cadangan maupun prospek eksplorasi jangka panjang, namun sektor ini membutuhkan dukungan teknologi tinggi dan investasi besar.
Baca juga: PGRI Natuna menggelar lomba video pembelajaran antarguru
Makanya, ia berharap ke depan ada kerja sama konkret dengan pihak Tiongkok dalam pengembangan migas tersebut.
Sedangkan pada sektor perikanan, kata Ansar, Kepri memiliki potensi luar biasa sebagai provinsi kepulauan yang 98 persen wilayahnya merupakan lautan.
Potensi hasil laut seperti tuna, cakalang, dan kerapu menjadi komoditas unggulan ekspor yang dapat dikembangkan melalui kerja sama investasi dan transfer teknologi pengolahan hasil laut.
“Kami membuka peluang kerja sama di bidang perikanan tangkap maupun industri hilir perikanan, karena potensi laut Kepri sangat besar dan bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Ansar.
Baca juga: 69 atlet Batam wakili Kepri di POPNAS 2025
Selanjutnya dari sektor pariwisata, Gubernur Ansar juga menjelaskan soal adanya kebijakan bebas Visa on Arrival (VoA) bagi wisatawan Tiongkok yang memberikan manfaat besar dalam memperkuat hubungan pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bebas VoA akan mempermudah pergerakan wisatawan antarnegara.
Ansar melihat potensi wisatawan asal Tiongkok sangat besar dan bisa mendukung sektor pariwisata di provinsi itu, apalagi letak geografis Kepri dekat dengan hub internasional seperti Singapura dan Johor.
Sedangkan di sektor industri, Ansar mengapresiasi kontribusi besar investasi Tiongkok di Kepri, salah satunya melalui PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang telah beroperasi di Kabupaten Bintan dan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah daerah telah memberikan berbagai kemudahan, terutama di kawasan Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti bebas bea masuk, tax allowance, tax holiday, dan bebas PPnBM.
Ia pun menyampaikan keinginan agar Kepri dapat menjalin hubungan sister city dengan kawasan industri di Tiongkok, khususnya Nansha Industrial Zone, sehingga tercipta ekosistem industri besar yang saling menguntungkan.
Baca juga: Satgas Pangan Karimun pastikan harga beras sesuai HET
“Apa yang ada di Nansha Industrial Zone bisa kita kembangkan juga di Kepri supaya menjadi sister industry city yang saling terhubung,” ujar dia.
Lebih lanjut Ansar menambahkan Pemprov Kepri terus berupaya memperluas kawasan FTZ agar meliputi Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun. Upaya ini dilakukan guna memudahkan pemahaman investor serta mempercepat proses perizinan investasi.
“Untuk wewenang daerah, tentu akan kami permudah. Jika menyangkut kewenangan pusat, kami juga siap bantu fasilitasi dan koordinasi dengan kementerian terkait agar investasi bisa segera terealisasi,” demikian Ansar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Kepri terus berupaya gaet investor Tiongkok
Pewarta : Ogen
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
