Persediaan BBM SPBU Ranai Masih Aman
Rabu, 27 Agustus 2014 11:55 WIB
Pembatasan BBM bersubsidi baik premium maupun solar oleh pemerintah pusat belum berdampak pada persediaan BBM di SPBU Ranai, Natuna. (antarakepri.com/Zam Jambak)
Natuna (Antara Kepri) - Pasokan dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar masih aman, kata Kepala Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Datuk Kaya, Ranai, Fakhri.
"Stok premium dan solar bersubsisi untuk wilayah Ranai masih aman, terutama di SPBU ini," ungkap Fakhri di Ranai, Rabu.
Menurut Fakhri, pengurangan jatah BBM oleh pemerintah pusat di wilayah Natuna, sementara ini tidak menimbulkan masalah, misalnya antrean yang panjang karena takut tak dapat jatah, kemudian terjadi penimbunan yang meresahkan warga.
"Coba lihat, tak terjadi hal yang negatif, misal antrean panjang pengisian BBM untuk motor ataupun mobil, semua masih berjalan seperti biasanya," katanya.
Walau masih dalam kondisi aman, kata dia, pihaknya juga menerapkan aturan, diantaranya tidak membenarkan pengisian dengan menggunakan jerigen atau sejenisnya oleh masyarakat. Kemudian tentang pengisian BBM jenis premium dengan batas waktu tertentu.
"Agar tidak terjadi kelangkaan atau keresahan di tengah masyarakat, kami membuat aturan bagi pemilik kendaraan, misalnya untuk pengisian BBM motor dibatasi hingga pukul 21.00 WIB, kemudian tidak membenarkan pembelian BBM dengan jerigen," katanya.
Khusus untuk truk dan mobil roda enam, tambah dia, hanya dibenarkan mengisi BBM sebanyak 100 liter perhari, itupun hanya sampai jam 6 sore, lewat waktu tersebut tidak dilayani atau tutup.
"Aturan ini sudah berlaku semenjak 4 Agustus 2014 lalu," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, ujarnya, jatah untuk SPBU dengan no 1429701 ini adalah sebesar 10 hingga 15 kiloliter perhari, atau 10.000 hingga 15.000 liter perhari. Melihat kondisi dan jumlah kendaraan di wilayah Natuna, jatah tersebut sudah mencukupi.
"Untuk wilayah Natuna, jatah sebesar 10 hingga 15 kiloliter itu sudah cukup. Berbeda jauh dengan daerah lain yang jumlah kendaraannya memang banyak," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Stok premium dan solar bersubsisi untuk wilayah Ranai masih aman, terutama di SPBU ini," ungkap Fakhri di Ranai, Rabu.
Menurut Fakhri, pengurangan jatah BBM oleh pemerintah pusat di wilayah Natuna, sementara ini tidak menimbulkan masalah, misalnya antrean yang panjang karena takut tak dapat jatah, kemudian terjadi penimbunan yang meresahkan warga.
"Coba lihat, tak terjadi hal yang negatif, misal antrean panjang pengisian BBM untuk motor ataupun mobil, semua masih berjalan seperti biasanya," katanya.
Walau masih dalam kondisi aman, kata dia, pihaknya juga menerapkan aturan, diantaranya tidak membenarkan pengisian dengan menggunakan jerigen atau sejenisnya oleh masyarakat. Kemudian tentang pengisian BBM jenis premium dengan batas waktu tertentu.
"Agar tidak terjadi kelangkaan atau keresahan di tengah masyarakat, kami membuat aturan bagi pemilik kendaraan, misalnya untuk pengisian BBM motor dibatasi hingga pukul 21.00 WIB, kemudian tidak membenarkan pembelian BBM dengan jerigen," katanya.
Khusus untuk truk dan mobil roda enam, tambah dia, hanya dibenarkan mengisi BBM sebanyak 100 liter perhari, itupun hanya sampai jam 6 sore, lewat waktu tersebut tidak dilayani atau tutup.
"Aturan ini sudah berlaku semenjak 4 Agustus 2014 lalu," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, ujarnya, jatah untuk SPBU dengan no 1429701 ini adalah sebesar 10 hingga 15 kiloliter perhari, atau 10.000 hingga 15.000 liter perhari. Melihat kondisi dan jumlah kendaraan di wilayah Natuna, jatah tersebut sudah mencukupi.
"Untuk wilayah Natuna, jatah sebesar 10 hingga 15 kiloliter itu sudah cukup. Berbeda jauh dengan daerah lain yang jumlah kendaraannya memang banyak," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri terapkan kebijakan WFH hingga pangkas biaya perjalanan dinas bagi ASN
03 April 2026 15:25 WIB
Krisis minyak, Pemerintah Filipina akan bahas pengiriman minyak lewat Selat Hormuz dengan Iran
01 April 2026 16:32 WIB
Stok BBM Karimun dipastikan aman, Bupati Iskandarsyah minta warga tak panic buying
12 March 2026 7:45 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov Kepri terapkan kebijakan WFH hingga pangkas biaya perjalanan dinas bagi ASN
03 April 2026 15:25 WIB