Sani dan Mustofa Belum Pastikan Maju Pilgub
Kamis, 28 Agustus 2014 18:07 WIB
Batam (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Mustofa Widjaya belum memastikan diri untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah Kepri 2015.
"Belum pikirkan itu, sekarang kerja, kerja, kerja," kata Muhammad Sani di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, masih memiliki waktu satu tahun untuk mengabdikan diri sebagai Gubernur Kepri dan akan melakukan yang terbaik pada sisa waktunya.
Ditanya kemungkinan untuk kembali mencalonkan diri, termasuk kendaraan partai yang akan digunakannya, Sani mengatakan belum ada dalam benaknya.
"Namanya saja belum terpikir. Masih ada satu tahun saya untuk bekerja," kata Sani.
Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Mustofa Widjaya mengatakan hal serupa. Ia belum memikirkan untuk maju dalam Pilkada Kepri tahun depan.
"Calon Gubernur apa, yang lowong sekarang Wakil Gubernur Jakarta?" kata Mustofa berseloroh.
Pria yang baru saja terpilih kembali menjadi Kepala BP Batam itu mengatakan masih mau serius membenahi dan meneruskan program investasi di Batam.
"Tertarik atau tidak jadi Gubernur, antara tertarik dan tidak," kata dia.
Ketika disebutkan namanya masuk dalam bursa pencalonan dan hasil survei menyebutkan tingkat popularitasnya yang tinggi dibanding calon-calon lain, Mustofa tertawa.
"Survei siapa, survei apa, yang benarlah," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Rudi membuka kemungkinan ikut dalam Pilkada Kepri.
Sementara nama-nama tokoh lain yang sudah muncul dalam perbincangan masyarakat untuk memimpin Kepri 2015-2020 antara lain Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Bupati Bintan Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Nurdin Basirun.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kepri Said Sirajudin mengatakan pihaknya sedang menyusun tahapan Pilkada Kepri.
"Kami juga sambil menunggu UU yang baru. Sambil menyusun juga," kata Said. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Belum pikirkan itu, sekarang kerja, kerja, kerja," kata Muhammad Sani di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, masih memiliki waktu satu tahun untuk mengabdikan diri sebagai Gubernur Kepri dan akan melakukan yang terbaik pada sisa waktunya.
Ditanya kemungkinan untuk kembali mencalonkan diri, termasuk kendaraan partai yang akan digunakannya, Sani mengatakan belum ada dalam benaknya.
"Namanya saja belum terpikir. Masih ada satu tahun saya untuk bekerja," kata Sani.
Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Mustofa Widjaya mengatakan hal serupa. Ia belum memikirkan untuk maju dalam Pilkada Kepri tahun depan.
"Calon Gubernur apa, yang lowong sekarang Wakil Gubernur Jakarta?" kata Mustofa berseloroh.
Pria yang baru saja terpilih kembali menjadi Kepala BP Batam itu mengatakan masih mau serius membenahi dan meneruskan program investasi di Batam.
"Tertarik atau tidak jadi Gubernur, antara tertarik dan tidak," kata dia.
Ketika disebutkan namanya masuk dalam bursa pencalonan dan hasil survei menyebutkan tingkat popularitasnya yang tinggi dibanding calon-calon lain, Mustofa tertawa.
"Survei siapa, survei apa, yang benarlah," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Rudi membuka kemungkinan ikut dalam Pilkada Kepri.
Sementara nama-nama tokoh lain yang sudah muncul dalam perbincangan masyarakat untuk memimpin Kepri 2015-2020 antara lain Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Bupati Bintan Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Nurdin Basirun.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kepri Said Sirajudin mengatakan pihaknya sedang menyusun tahapan Pilkada Kepri.
"Kami juga sambil menunggu UU yang baru. Sambil menyusun juga," kata Said. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB