Nilai Tukar Petani Kepri Turun
Kamis, 18 September 2014 22:26 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor tanaman pangan di Provinsi Kepulauan Riau dinyatakan menurun pada Agustus 2014 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri sebesar 1,08 persen.
"Juli 2014 NTP Subsektor Tanaman Pangan Kepri capai 100,75 lalu pada Agustus menjadi sekitar 99,66," ucap Kepala BPS Provinsi Kepri, Dumangar Hutauruk, Kamis.
Turunnya NTP tersebut menurutnya, disebabkan turunnya harga komoditi ketela pohon/ubi kayu yang berpengaruh pada indeks yang diterima petani sebesar 0,74. Sementara indeks yang dibayar petani, mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen.
"Karena indeks konsumsi rumah tangga naik sebesar 0,38 persen. Ditambah lagi dengan naiknya indeks biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,15 persen," katanya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
"Juli 2014 NTP Subsektor Tanaman Pangan Kepri capai 100,75 lalu pada Agustus menjadi sekitar 99,66," ucap Kepala BPS Provinsi Kepri, Dumangar Hutauruk, Kamis.
Turunnya NTP tersebut menurutnya, disebabkan turunnya harga komoditi ketela pohon/ubi kayu yang berpengaruh pada indeks yang diterima petani sebesar 0,74. Sementara indeks yang dibayar petani, mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen.
"Karena indeks konsumsi rumah tangga naik sebesar 0,38 persen. Ditambah lagi dengan naiknya indeks biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,15 persen," katanya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah target nilai tukar rupiah ke dolar di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 11:54 WIB
Rupiah diperkirakan melemah karena data perekonomian China kurang bagus
24 September 2024 11:36 WIB, 2024
Nilai tukar upiah melemah menanti petunjuk The Fed terkait tapering
22 September 2021 12:48 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB