Tanjungpinang (Antara Kepri) - Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Ismiyati meminta Pemkot Tanjungpinang memberikan plafon anggaran berbasis kelurahan dari usulan prioritas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) beberapa hari lalu.
"Karena sering kali usulan prioritas pembangunan kelurahan tidak muncul dalam penganggaran," tegas Ismiyati, Selasa.
Permintaan itu menurut legislator dapil 2 Tanjungpinang Timur tersebut merupakan salah satu upaya menanggapi kekecewaan masyarakat khususnya di Kecamatan Tanjungpinang Timur dalam usulan Musrenbang.
"Wajar saja kalau delegasi kelurahan kecewa terhadap hasil Musrenbang, karena sudah susah payah bersama menyusun prioritas pembangunan di wilayahnya namun hanya sedikit bahkan tidak satupun usulan yang keluar dalam APBD," ujar Politisi PKS tersebut.
Dalam penganggaran berikutnya, Ismiyati yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Tanjungpinang ini meminta agar usulan prioritas dari kelurahan diperhatikan dengan plafon anggaran yang ada.
Karena memang sudah seharusnya kata Ismiyati, usulan prioritas yang diusulkan kelurahan diakomodir APBD Kota Tanjungpinang.
"Jika penganggaran itu berbasis kelurahan, maka usulan prioritas dari kelurahan sudah tentu ada anggarannya, " kata Ismiyati.
Terkait 49 total usulan di dapilnya, Ismiyati mengakui 44 di antaranya didominasi usulan fisik.
"Seperti penanggulangan banjir, pembangunan jalan, pavingblok yang umumnya kata Ismiyati, lebih ke arah infrastruktur. Tapi bagaimanapun itu aspirasi yang tidak bisa mereka lakukan sendiri, untuk itu mereka mengharap pemerintah," paparnya.
Di samping usulan fisik, Ismiyati juga menekankan pada pembangunan moral dan agama di masyarakat. Agar jangan sampai kasus HIV/AIDS tambah merebak.
"Apalagi di tahun 2014 yang lalu terdapat sejumlah anak sekolah yang hamil akibat minimnya pemahaman agama dan moral, sehingga terlibat dalam pergaulan bebas," paparnya.
Selain itu, penganggaran di bidang kesehatan juga perlu diperhatikan, karena kata Ismiyati masalah kesehatan sangat penting, terutama di promosi kesehatan dan penanggulangan penyakit.
"Kita ingin masyarakat maju, sejahtera, berdaya dan berbudaya, sehinggga semua upaya harus ditempuh, agar masyarakat ikut berpartisipasi menentukan wajah Kota kita semakin baik," pungkasnya.
Mengenai pembahasan dan pengesahan usulan Musrenbang tersebut kemungkinan kata Ismiyati dilakukan pada November 2015, namun menurutnya tetap dimulai dari sekarang.
"Karena bukan hanya prioritas dalam rencana saja, akan tetapi yang namanya rencana prioritas kalau tidak dianggarkan membuat masyarakat apatis, " paparnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Legislator Minta Plafon Anggaran Berbasis Kelurahan
Selasa, 24 Februari 2015 18:28 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arisal Aziz janjikan insentif ninik mamak di Sumbar bila jalankan tugas
14 April 2025 11:53 WIB, 2025
Legislator minta Kemenhub kembalikan status internasional bandara RHF
21 September 2023 9:05 WIB, 2023
Legislator sebut mutu instalasi listrik di DPRD Batam perlu ditingkatkan
15 August 2023 15:20 WIB, 2023
Legislator Kepri minta pemerintah vaksin booster kedua pada petugas pelabuhan
03 January 2023 19:05 WIB, 2023
Akademisi hingga legislator Kepri jagokan Portugal juara di Piala Dunia 2022
21 November 2022 6:24 WIB, 2022