Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau berencana memekarkan kota itu dari 12 kecamatan menjadi 22 kecamatan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengelompokan wilayah yang memiliki karakter sama.

"Pada APBD Perubahan 2015 ini, Pemkot akan mengajukan Ranperda ke DPRD untuk pemekaran kecamatan, dan dilakukan terutama pada kecamatan yang memiliki penduduk cukup padat," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Selasa.

Saat ini, rencana pemekaran kecamatan itu sedang melalui tahapan yang melibatkan tim dari Pemkot, akademisi, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Menurut Wali Kota, pemekaran memang sudah sepatutnya dilakukan, mengingat perkembangan kota yang begitu pesat, baik dari pertambahan penduduk maupun rentang kendali wilayah administrasi.

Di antara rencana pembentukan 10 kecamatan baru, yaitu Nagoya dan Jodoh. Dua pusat bisnis dan perdagangan yang saat ini masuk dalam wilayah kecamatan yang berbeda, Nagoya Kecamatan Lubuk Baja dan Jodoh Kecamatan Batu Ampar.

"Ada Kecamatan Lubuk Baja, Kecamatan Nagoya, Kecamatan Jodoh, Kecamatan Batu Ampar. Artinya potensi itu nampak," kata Wali Kota.

Perbedaaan letak, karakter masyarakat di antara daerah-daerah itu yang membuat pemerintah berkeinginan memecahnya. Warga Batu Ampar kebanyakan adalah pekerja industri, sementara warga Nagoya dan Jodoh mayoritas pedagang.

"Kalau satu karakter maka gampang mengurusinya. Dan tidak  mungkin satu camat dibiarkan mengurus 100 ribu lebih penduduk," kata dia.

Selain di pulau utama, pemekaran juga akan dimungkinkan untuk kecamatan di pulau penyangga, misalnya saja Kecamatan Belakang Padang.

Di Kecamatan Belakang Padang terdapat tiga pulau yang saat ini sedang dibangun untuk kawasan industri karakteristik berbeda yaitu minyak dan gas serta wisata.

"Kalau di Belakang Padang, tiga pulau itu berkembang, Belakang Padang bisa dibagi dua kecamatan. Galang begitu juga, bisa Rempang tersendiri," katanya.

Ia berharap Perda pemekaran kecamatan selesai dibahas tahun ini juga, dan akhir tahun bisa selesai. (Antara)

Editor: Rusdianto