Karimun (Antara Kepri) - Anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau, Nyat Kadir menilai, pelayanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero di wilayah Kepulauan Riau, masih mengecewakan.
"PLN, dia punya harga daya per KWH, paling tinggi di dunia, lebih tinggi dari Singapura bahkan Amerika. Tapi pelayanan PLN sampai sekarang mengecewakan," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepri, Jumat.
Buruknya pelayanan PLN di Kepri, kata Nyat Kadir, terlihat dari kondisi kelistrikan di ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang yang sering byar pet, termasuk juga di Natuna dan Karimun.
"Di Natuna, warga mengaku takut menghidupkan mesin-mesinnya karena bisa rusak akibat listrik dari PLN sering mati mendadak," kata dia.
Menurut dia, pelayanan PLN yang buruk sangat berdampak negatif dalam mengembangkan investasi, mengingat Provinsi Kepri, terutama di Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun merupakan daerah tujuan investor.
"Investor mana yang mau masuk kalau listriknya seperti itu. Saya pikir ini menjadi catatan penting untuk kita bahas dengan PLN selaku mitra kerja Komisi VI. Kita tidak bisa menyalahkan bupati, atau gubernur karena PLN adalah BUMN yang langsung di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian BUMN," kata dia.
Ia berjanji akan membahas persoalan listrik di Kepri di Komisi VI dengan segera memanggil Dirut PT PLN serta kementerian terkait.
"Saya tahu betul kondisi listrik di Kepri. Saya juga sudah berkali-kali mengritik persoalan ini baik kepada menteri maupun Dirut PLN. Dirut PLN akan kita undang sekali lagi untuk membahas masalah ini, dan saya juga meminta masukan dari masyarakat untuk kita bahas bersama PLN dan Kementerian BUMN," tuturnya.
Persoalan listrik, kata dia lagi, memang cukup kompleks, sehingga perlu penyelesaian secara komprehensif. "Tantangannya cukup berat, dan kita mengerti persoalan listrik tidak sederhana yang dibayangkan. PLN berganti Dirut berapapun belum tentu dapat menyelesaikannya," kata dia. (Antara)
Editor: Adi Lazuardi
Legislator: Pelayanan PLN Mengecewakan
Sabtu, 7 Maret 2015 18:42 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arisal Aziz janjikan insentif ninik mamak di Sumbar bila jalankan tugas
14 April 2025 11:53 WIB, 2025
Legislator minta Kemenhub kembalikan status internasional bandara RHF
21 September 2023 9:05 WIB, 2023
Legislator sebut mutu instalasi listrik di DPRD Batam perlu ditingkatkan
15 August 2023 15:20 WIB, 2023
Legislator Kepri minta pemerintah vaksin booster kedua pada petugas pelabuhan
03 January 2023 19:05 WIB, 2023
Akademisi hingga legislator Kepri jagokan Portugal juara di Piala Dunia 2022
21 November 2022 6:24 WIB, 2022