Dispenda Gandeng Kepolisian Kejar Target Pajak Kendaraan
Selasa, 21 April 2015 23:50 WIB
Karimun (Antara Kepri) - Kantor Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Karimun Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kepulauan Riau menggandeng kepolisian untuk mengejar target penerimaan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.
"Salah satu bentuk kerja sama itu adalah dengan menggelar razia seperti ini. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran warga dalam melunasi PKB dan BBNKB kendaraannya," kata staf KPPD Karimun Dispenda Kepri Raja Karisma di sela-sela razia kendaraan di ruas jalan depan Mapolres Karimun, Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Raja Kharisma menjelaskan Dispenda Kepri pada tahun ini menargetkan penerimaan pajak dari PKB, BBNKB dan Pajak Air Bawah Tanah dan Air Permukaan sebesar Rp31 miliar. Khusus untuk penerimaan PKB dan BBNKB, menurut dia ditargetkan sebesar Rp17 miliar.
Ia menjelaskan, setiap kendaraan tidak luput dari pemeriksaan. Sebagian besar pengendara yang terjaring dalam razia telah melunasi PKB kendaraannya. Ia mengapresiasi kesadaran warga, khususnya para pengendara yang terjaring dalam razia yang telah membayar PKB tepat waktu.
"Kesadaran masyarakat sangat menentukan dalam upaya memenuhi target tersebut. Kami tentu berharap seluruh pengendara memiliki kesadaran serupa," ucapnya.
Selain bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Karimun, ia mengatakan turut menggandeng petugas Jasa Raharja dalam razia pajak kendaraan tersebut. Jasa Raharja, menurut dia, turut memiliki peran penting dalam meningkatkan penerimaan PKB.
Razia tersebut, kata dia lagi, akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus menjaring pemilik kendaraan yang belum melunasi PKB.
"Pencapaian pajak daerah 2014 telah melebihi target, belum termasuk pajak atau bea rokok yang sedang kita sosialisasikan kepada masyarakat sesuai Perda No 8 tahun 2009. Kami berharap target sebesar Rp31 miliar tahun ini tercapai atau terlampaui," tuturnya.
Selain pemeriksaan PKB dan BBNKB, razia tersebut juga disertai dengan pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan bermotor oleh Satlantas Polres Karimun yang merupakan bagian dari Operasi Simpatik Seligi 2015.
Sedikitnya sebanyak 31 kendaraan terjaring karena tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan, serta pengendaranya tidak memiliki SIM atau STNK.
Kepala Satlantas Polres Karimun AKP Putu Bayu Pati mengatakan, para pengendara yang terjaring tidak ditilang, tetapi diberikan pembinaan. Para pengendara yang terjaring mendapat pencerahan dari mubaligh atau ustadz supaya menyadari pentingnya melengkapi kendaraan dengan peralatan keselamatan dan surat-surat berkendara.
"Operasi Simpatik bersifat preventif. Lebih bersifat pembinaan kepada pengendara agar membawa surat kendaraan, tidak hanya taat aturan, tetapi untuk keselamatan saat berkendara," ucapnya. (Antara)
Editor: Nusarina Yuliastuti
"Salah satu bentuk kerja sama itu adalah dengan menggelar razia seperti ini. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran warga dalam melunasi PKB dan BBNKB kendaraannya," kata staf KPPD Karimun Dispenda Kepri Raja Karisma di sela-sela razia kendaraan di ruas jalan depan Mapolres Karimun, Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Raja Kharisma menjelaskan Dispenda Kepri pada tahun ini menargetkan penerimaan pajak dari PKB, BBNKB dan Pajak Air Bawah Tanah dan Air Permukaan sebesar Rp31 miliar. Khusus untuk penerimaan PKB dan BBNKB, menurut dia ditargetkan sebesar Rp17 miliar.
Ia menjelaskan, setiap kendaraan tidak luput dari pemeriksaan. Sebagian besar pengendara yang terjaring dalam razia telah melunasi PKB kendaraannya. Ia mengapresiasi kesadaran warga, khususnya para pengendara yang terjaring dalam razia yang telah membayar PKB tepat waktu.
"Kesadaran masyarakat sangat menentukan dalam upaya memenuhi target tersebut. Kami tentu berharap seluruh pengendara memiliki kesadaran serupa," ucapnya.
Selain bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Karimun, ia mengatakan turut menggandeng petugas Jasa Raharja dalam razia pajak kendaraan tersebut. Jasa Raharja, menurut dia, turut memiliki peran penting dalam meningkatkan penerimaan PKB.
Razia tersebut, kata dia lagi, akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus menjaring pemilik kendaraan yang belum melunasi PKB.
"Pencapaian pajak daerah 2014 telah melebihi target, belum termasuk pajak atau bea rokok yang sedang kita sosialisasikan kepada masyarakat sesuai Perda No 8 tahun 2009. Kami berharap target sebesar Rp31 miliar tahun ini tercapai atau terlampaui," tuturnya.
Selain pemeriksaan PKB dan BBNKB, razia tersebut juga disertai dengan pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan bermotor oleh Satlantas Polres Karimun yang merupakan bagian dari Operasi Simpatik Seligi 2015.
Sedikitnya sebanyak 31 kendaraan terjaring karena tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan, serta pengendaranya tidak memiliki SIM atau STNK.
Kepala Satlantas Polres Karimun AKP Putu Bayu Pati mengatakan, para pengendara yang terjaring tidak ditilang, tetapi diberikan pembinaan. Para pengendara yang terjaring mendapat pencerahan dari mubaligh atau ustadz supaya menyadari pentingnya melengkapi kendaraan dengan peralatan keselamatan dan surat-surat berkendara.
"Operasi Simpatik bersifat preventif. Lebih bersifat pembinaan kepada pengendara agar membawa surat kendaraan, tidak hanya taat aturan, tetapi untuk keselamatan saat berkendara," ucapnya. (Antara)
Editor: Nusarina Yuliastuti
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Natuna gandeng tokoh agama jaga kamtibmas saat perayaan Natal dan Tahun Baru
18 December 2025 16:42 WIB
PLN Batam Gandeng PT Avecode Internasional kembangkan solar panel dan Micro ESS
27 October 2025 11:34 WIB
Dapur MBG di Batam gandeng peternak dalam pemanfaatan limbah sisa makanan
24 September 2025 12:22 WIB
BPJS Kesehatan Natuna gandeng desa perluas jangkauan program Jaminan Kesehatan Nasional
18 September 2025 13:53 WIB
Pemkab Karimun gandeng PT Timah perkuat Koperasi Merah Putih se-Pulau Kundur
15 August 2025 17:38 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang guna dukung program ketahanan pangan
31 January 2026 16:18 WIB
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB