Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kubu Aburizal Bakrie menunggu jawaban PDIP paling lambat akhir Mei 2015 apakah akan mengusung Ansar Ahmad sebagai calon wakil gubernur mendampingi Soerya Respationo.

"Kami sudah menyiapkan beberapa langkah strategis terkait permasalahan itu. Bahkan kami sudah membuat konsep sampai pada kondisi terburuk sekalipun," kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kepri kubu Aburizal Bakrie, Agustar yang dihubungi dari Tanjungpinang.

Dia membantah hubungan Ketua DPW PDIP Soerya Respationo dengan Bupati Bintan Ansar Ahmad renggang. Soerya justru tampak bersama Bupati Karimun Nurdin Basirun dalam beberapa kali  kegiatan.

"Saya sudah tanya ke beliau (Ansar), katanya masih berjalan dengan baik, tidak ada kerenggangan. Golkar pun sampai sekarang masih belum mengubah komitmen, tetap ingin berkoalisi dengan PDIP," katanya.

Saat ini, lanjutnya Golkar dihadapkan dua permasalahan yakni polemik kepengurusan di DPP Golkar, dan PDIP belum memutuskan apakah akan berkoalisi dengan Golkar pada Pilkada Kepri atau tidak.

Kedua permasalahan itu saling berkaitan, dan juga terjadi di seluruh daerah yang menyelenggarakan pilkada. Polemik di tubuh Golkar membuat partai lain ragu-ragu berkoalisi dengan Golkar.

Dia berharap Senin pekan depan sudah pihak pengadilan sudah memutuskan kepengurusan Aburizal Bakrie atau Agung Laksono.

"Setelah putusan tersebut, kami baru dapat menentukan sikap secara tegas," katanya.

Agustar menjelaskan Ansar bisa berpasangan dengan figur lainnya saat bertarung pada Pilkada Kepri 9 Desember 2015 bila tidak berpasangan dengan Soerya. Namun, dia tidak menyebutkan dengan siapa Ansar akan berpasangan.

Ansar sudah mendaftar di Partai Nasdem dan Partai Hanura, namun kedua partai itu belum memenuhi persyaratan. Jika diakumulasikan, kursi yang didapat kedua partai itu belum mencapai 9 kursi sehingga harus menambah satu partai lagi.

"Ansar bisa menjadi calon gubernur atau calon wakil gubernur bila tidak jadi berpasangan dengan Soerya," katanya.

Menurut dia, Partai Golkar tidak melakukan survei pada pilkada tahun ini. Golkar cenderung melakukan pendekatan dengan masyarakat.

"Kami tidak melakukan survei, melainkan langsung turun ke lapangan untuk meningkatkan elektabilitas Ansar," ucapnya. (Antara)

Editor: Rusdianto