Batam (Antara Kepri) - Induk perusahaan elektronik yang mempekerjakan 2.000 pekerja, PT Interplex mengancam hengkang dari Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, jika mogok kerja terus dilanjutkan.
"Manager sudah bilang, kalau didemo dua pekan, induk perusahaan di Singapura akan memindahkan ke Vietnam atau Malaysia," kata Direktur Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan Kawasan Batam, Purnomo Andiantono di Batam Kepulauan Riau, Senin.
Mogok kerja yang dilakukan sebagian pekerja membuat kinerja perusahaan tidak maksimal, tidak dapat memenuhi pesanan pengorder.
Apalagi, pekerja mengancam untuk terus mogok kerja hingga akhir bulan Januari, perusahaan yang dulu bernama PT Amtek terancam tidak dapat berproduksi maksimal.
"PT Amtek mau dapat order 20 juta dolar AS. Tapi orderan itu terancam lepas, kalau masih demo atau mogok," ceritanya.
PT Interplex yang berdiri di Cammo Industrial Park sudah beroperasi di Batam sejak 20 tahun lalu. Perusahaan itu menanamkan modal sekitar 60 juta dolar AS.
Andi berharap pekerja menghentikan aksi mogok agar tidak mengganggu produksi perusahaan. Jika produksi terus terganggu dan perusahaan hengkang, maka sekitar 2.000 pekerjanya terancam di-PHK.
"Mogok dibilang mau sampai 11 hingga 30 Januari. Kalau begitu, investor tak sanggup. Hanoi sudah menunggu Amtek," kata dia.
Ia mengingatkan, saat ini sudah era Masyarakat Ekonomi ASEAN, masanya persaingan ketat antar negara-negara ASEAN, termasuk pekerjanya.
"Nanti perusahaan juga tidak tahan. Sementara Vietnam dan Malaysia sudah menjanjikan tempat investasi yang nyaman. Jangan pula nanti tenaga kerja didatangkan dari luar," kata dia.
Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho meminta buruh jernih melihat kondisi Batam di tengah persaingan MEA.
Jika memang buruh memiliki tuntutan, maka sebaiknya disampaikan dengan baik, bukan dengan cara mogok kerja.
"Mogok kerja akan mengganggu hingga menghentikan produksi," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
PT Interplex Ancam Hengkang Dari Batam
Selasa, 12 Januari 2016 12:53 WIB
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Purbaya yakin IHSG bergerak naik usai investor paham dari dampak BUMN khusus ekspor
21 May 2026 13:18 WIB
Disnakertrans Kepri dalami dugaan kelalaian K3 yang menewaskan seorang pekerja di PT ASL Batam
29 April 2026 11:13 WIB
Dishub Kepri sebut Tanjung Uban punya 2 dermaga sandar kapal roro tahun 2026
29 April 2026 10:22 WIB
Menteri Purbaya sebut RI jalankan "survival mode" hadapi ketidakpastian global
22 April 2026 16:35 WIB
Disnakertrans: PT SBI didenda Rp330 juta akibat pekerjakan tenaga kerja asing ilegal
03 April 2026 16:32 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB