Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kota Tanjungpinang mengusulkan anggaran sekitar Rp 2milyar untuk fokus melakukan pembinan kepada atlet yang berada di sekitar 25 cabang olahraga di Kota Tanjungpinang pada 2016.
"Itu kisarannya, tapi dapatnya berapa, kami belum tau. Sebagai contoh pada 2015 lalu, kami usulkan Rp1,9milyar di APBD, pada kenyataannya dapat Rp740 juta," kata Ketua Koni Kota Tanjungpinang, Adnan, Kamis.
Menurut Adnan, berapapun pun dana hibah yang akan diterima Koni nanti, tergantung kondisi keuangan daerah. Tapi Koni Kota Tanjungpinang tetap akan menggunakannya untuk melakukan pembinaan kepada seluruh atlet.
"Karena membina olahraga, itu tak terlepas dengan dana, saya rasa dimanapun daerah untuk membina olahraga itu tidak terlepas dari dana," paparnya.
Adnan pun mengakui bahwa karena kondisi anggaran pada 2015 lalu, Koni Kota Tanjungpinang sempat vakum. Dengan alasan, dana pembinaan yang diterima dibayarkan seluruhnya ke atlet sebagai bonus bagi atlet berprastasi di Porprov Karimun beberapa tahu lalu.
"Anggaran yang kami dapat 2015 lalu, hanya untuk bonus sebanyak Rp 740 juta, sama sekali tak ada dianggarkan untuk pembinaan," tegasnya.
Terbebas dari kewajiban membayar bonus atlet, di 2016 ini Adnan mengaku serius melakukan pembinaan di setiap cabang olahraga.
"Oleh karena itu, sekarang ini lah kami fokuskan ke pembinaan, dengan memberikan bantuan sesuai dengan program masing-masing cabang olahraga," ujarnya.
Bantuan pembinaan tersebut sambungnya diberikan secara tidak merata. Dengan pertimbangan penyesuaian anggaran yang akan didapat di 2016 ini.
Menunggu kucuran dana tersebut, Koni Kota Tanjungpinang kembali mengagendakan pertemuan dengan seluruh Pengurus Cabang (Pencab) olahraga untuk membahas masa depan olahraga di Kota Tanjungpinang, terutama dalam menghadapi kompetisi.
"April 2016 ini, kami akan membahas tentang persiapan Tanjungpinang menghadapi Porprov 2018," katanya.(Antara)
Editor: Evy R. Syamsir