Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau Muhammad Rudi dinobatkan sebagai Datuk Setia Amanah, gelar terhormat untuk pemegang amanah rakyat dari Lembaga Adat Melayu Kota Batam.

Ketua LAM Batam, Nyat Kadir, Jumat mengatakan gelar itu sengaja disematkan kepada Muhammad Rudi agar menjalankan amanat rakyat, membangun Batam menjadi kota yang madani.

"Yang terpenting adalah akhlakul karimah, sekarang namanya revolusi mental. Membangun karakter," kata pria yang juga menjabat anggota DPR RI daerah pemilihan Kepri itu.

Nyat Kadir mengingatkan, pembangunan Batam menuju bandar kota madani harus dilanjutkan.

Visi menjadikan bandar kota madani sudah diusung selama 14 tahun, dan diteruskan tiga wali kota, dimulai dari Nyat Kadir, dilanjutkan Ahmad Dahlan dan kini Muhammad Rudi.

"Sudah sejauh mana tercapai, dari segi fisik. Bandar dunia itu fisik, sejauh mana tercapai fisik. Bandara kelas internasional, pelabuhan laut berkelas semua. Tapi jalan-jalan belum berkelas. Kalau ke kampung Batuaji masih becek dan agak kumuh. Ini tantangan berat," kata mantan Wali Kota Batam itu bergelar Sri Setia Amanah.

Di tempat yang sama, Muhammad Rudi mensyukuri gelar yang diberikan kepadanya.

Ia meminta tokoh-tokoh LAM terus memberikan masukan, kritik dan dorongan kepadanya dalam membangun Batam.

"Apabila ada yang tidak pas, atau menyalahi adat, harap ditegur. Jangan sampai telajak, tapi tidak ditarik. Maka terjatuhlah kami," katanya didampingi Wakil Wali Kota Amsakar Achmad dan tokoh Batam Ria Saptarika.

Rudi siap dikritik dan dipanggil bila kebijakannya dianggap tidak sesuai.

Dalam kesempatan itu, Rudi mengatakan akan menjunjung tinggi adat Melayu, karena Batam adalah tanah Melayu.

"Tanah Melayu, seranting lebih tinggi dari adat lain, yang harus dijaga. Dunia Melayu Dunia Islam, menjadi madani, dengan tidak mengenyampingkan agama lain," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto