Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau membahas permasalahan bantuan dana hibah untuk Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang yang mulai menimbulkan polemik.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri Syarifah Elvyzana di Tanjungpinang, Selasa, membenarkan pihaknya meminta penjelasan Dinas Pendidikan setempat terkait dana hibah UMRAH sebesar Rp15 miliar yang sampai saat ini belum cair.

"Kami minta klarifikasi kepada Disdik Kepri, dan mencoba memberi masukkan agar permasalahan tersebut selesai," ujarnya.

Kepala Disdik Kepri Yatim Mustafa belum dapat merekomendasikan pencairan dana hibah dengan alasan masih mencari dasar hukum pemberian dana hibah, dan Syafsir Akhlus berstatus sebagai Pelaksana Tugas Rektor UMRAH.

Pemberian dana hibah, menurut Syarifah memang harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Namun seharusnya, dasar hukum dalam pemberian dana hibah tidak dibahas sekarang karena sudah dialokasikan dalam APBD Kepri 2016.

Kondisi seperti ini, kata dia membuang banyak energi, apalagi menimbulkan polemik. Pihak UMRAH menginginkan dana hibah itu dicairkan, sementara Disdik Kepri belum memberikan rekomendasi untuk mencairkannya.

"Sebaiknya, penelitian dasar hukum dalam pemberian dana hibah itu dilakukan saat pembahasan anggaran. Kalau dibenarkan, dana hibah yang diminta oleh pihak UMRAH diberikan. Sebaliknya, kalau tidak dibenarkan, jangan dialokasikan," katanya.

Sementara terkait jabatan Syafsir Akhlus, dia mengatakan berdasarkan data yang diperolehnya dari pihak UMRAH, Syafsir Akhlus menjabat sebagai rektor definitif, bukan pelaksana tugas. Syafsir dilantik sebagai Rektor UMRAH pada 17 Juni 2014, dan masa jabatannya berakhir pada 14 Mei 2016.

Syarifah mengemukakan Disdik Kepri harus memberi jawaban yang rasional kepada pihak UMRAH. Apalagi berdasarkan peraturan tentang pembentukan UMRAH, Pemprov Kepri memiliki kewajiban untuk membantu kampus itu selama lima tahun.

"Kedua institusi ini harus duduk bersama, menyelesaikan permasalahan tersebut. Tujuannya hanya satu, membangun UMRAH semakin baik untuk melahirkan SDM yang berkualitas," katanya.  (Antara)

Editor: Rusdianto