Dinas PU Siapkan DED Penunjang Pelabuhan Roro
Jumat, 3 Juni 2016 16:59 WIB
Lingga (Antara Kepri) - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Lingga menyiapkan desain teknis terperinci atau Detail Engineering Design (DED) sejumlah fasilitas penunjang pelabuhan "Roll On Roll Off" (Roro) Penarik Daik Lingga.
Di antaranya, pengaspalan jalan sepanjang 700 meter dari pintu masuk pelabuhan ke jalan raya, dan pembangunan 4 buah jembatan permanen sepanjang lintasan jalan ibukota Daik Lingga menuju pelabuhan tersebut.
Indra Asmara Putra, Kepala Bidang Bina Marga DPU Lingga mengatakan, fasilitas penunjang pelabuhan Roro Penarik tersebut diprioritaskan pada anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2017 mendatang.
Sebelumnya, pengaspalan jalan memang direncanakan pada 2016. Namun, karena terjadi efisiensi anggaran, terpaksa ditunda pada 2017 mendatang.
"Sepertinya tidak dapat digesa pada tahun ini. Kami akan prioritaskan tahun 2017 mendatang," kata dia di Daik Lingga, Kamis.
Saat ini, kondisi jalan yang menghubungkan antara jalan raya ke Pelabuhan Roro Penarik masih tanah merah. Jika musim hujan, kondisi jalan akan cukup sulit dilewati.
Bukan hanya itu, jarak 20 meter dari gerbang pelabuhan juga terdapat tanjakan terjal yang sangat menyulitkan angkutan bermuatan berat melawatinya.
Terkait kemungkinan Dinas PU Lingga menggesa pengerjaan pengaspalan jalan tersebut pada tahun ini, menurut Indra, sangat kecil kemungkinannya.
Pemerintah daerah bisa saja memperioritaskan pembangunannya pada APBD Perubahan di pertengahan tahun ini. Namun secara teknis, akan sangat menyulitkan pengerjaannya dengan kondisi waktu yang singkat tersebut.
"Kalau digesa pada APBD Perubahan, paling cepat bulan Agustus atau September baru bisa dilaksanakan. Dengan waktu yang hanya segitu, ditambah kendala musim penghujan, realisasinya akan terganggu," tutur Indra.
Sementara 4 unit jembatan kayu yang ada di sepanjang jalan Pelabuhan Roro Penarik menuju ibukota Daik Lingga, dia berharap, juga dapat diakomodir pemerimtah daerah pada tahun 2017 mendatang.
Dia menilai, kondisi jembatan kayu yang ada saat ini, sangat tidak memadai bagi kendaraan besar pengangkut bahan-bahan pasokan sembako maupun kebutuhan lainnya, dapat nyaman melintasi jalur tersebut.
"Jembatan itu juga sudah kita selesaikan DED-nya. Mudah-mudahan dapat diakomodir tahun 2017 ini," tutupnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Di antaranya, pengaspalan jalan sepanjang 700 meter dari pintu masuk pelabuhan ke jalan raya, dan pembangunan 4 buah jembatan permanen sepanjang lintasan jalan ibukota Daik Lingga menuju pelabuhan tersebut.
Indra Asmara Putra, Kepala Bidang Bina Marga DPU Lingga mengatakan, fasilitas penunjang pelabuhan Roro Penarik tersebut diprioritaskan pada anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2017 mendatang.
Sebelumnya, pengaspalan jalan memang direncanakan pada 2016. Namun, karena terjadi efisiensi anggaran, terpaksa ditunda pada 2017 mendatang.
"Sepertinya tidak dapat digesa pada tahun ini. Kami akan prioritaskan tahun 2017 mendatang," kata dia di Daik Lingga, Kamis.
Saat ini, kondisi jalan yang menghubungkan antara jalan raya ke Pelabuhan Roro Penarik masih tanah merah. Jika musim hujan, kondisi jalan akan cukup sulit dilewati.
Bukan hanya itu, jarak 20 meter dari gerbang pelabuhan juga terdapat tanjakan terjal yang sangat menyulitkan angkutan bermuatan berat melawatinya.
Terkait kemungkinan Dinas PU Lingga menggesa pengerjaan pengaspalan jalan tersebut pada tahun ini, menurut Indra, sangat kecil kemungkinannya.
Pemerintah daerah bisa saja memperioritaskan pembangunannya pada APBD Perubahan di pertengahan tahun ini. Namun secara teknis, akan sangat menyulitkan pengerjaannya dengan kondisi waktu yang singkat tersebut.
"Kalau digesa pada APBD Perubahan, paling cepat bulan Agustus atau September baru bisa dilaksanakan. Dengan waktu yang hanya segitu, ditambah kendala musim penghujan, realisasinya akan terganggu," tutur Indra.
Sementara 4 unit jembatan kayu yang ada di sepanjang jalan Pelabuhan Roro Penarik menuju ibukota Daik Lingga, dia berharap, juga dapat diakomodir pemerimtah daerah pada tahun 2017 mendatang.
Dia menilai, kondisi jembatan kayu yang ada saat ini, sangat tidak memadai bagi kendaraan besar pengangkut bahan-bahan pasokan sembako maupun kebutuhan lainnya, dapat nyaman melintasi jalur tersebut.
"Jembatan itu juga sudah kita selesaikan DED-nya. Mudah-mudahan dapat diakomodir tahun 2017 ini," tutupnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Ardhi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Batam akselerasi penambahan kepesertaan pekerja informal
06 November 2025 13:48 WIB
Pemkot Tanjungpinang usulkan pembangunan GOR dan revitalisasi stadion ke Kementerian PU
14 October 2025 17:49 WIB
Pemprov Kepri dan Kementerian PUPR lanjutkan penataan kawasan Pulau Penyengat
12 August 2025 14:10 WIB
Penumpang speedboat mati mesin di Anambas berhasil dievakuasi oleh Basarnas Natuna
24 November 2024 5:41 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB