Tim Kemenhub Periksa Apron Baru Hang Nadim
Jumat, 10 Februari 2017 21:27 WIB
Tim Kementerian Perhubungan saat memeriksa pembangunan apron Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (antarakepri/istimewa)
Batam (Antara Kepri) - Tim Kementerian Perhubungan memeriksa pembangunan apron Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebelum fasilitas yang mampu menampung lima pesawat berbadan lebar tersebut digunakan.
"Sejak kemarin empat orang dari Direktorat Bandar Udara, Kemenhub sudah melakukan pemeriksaan apron baru tersebut. Termasuk sarana dan prasarannya seperti lampu penerbangannya," kata General Manager Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suwarso di Batam, Jumat.
Ia mengatakan pemeriksaan selama dua hari sebagai dasar sertifikasi terhadap apron berukuran 240 x 150 meter yang dibangun dengan anggaran Rp70 miliar.
"Pemeriksaan berlanjut hingga sore tadi. Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya tinggal menunggu sertifikasi keluar sehingga bisa digunakan untuk kegiatan penerbangan," kata dia.
Pada dasarnya menurut pemeriksaan Tim Kemenhub, kata Suwarso, apron tersebut sudah sesuai dengan ketentuan sehingga segera bisa digunakan.
"Tapi dasarnya kan tetap rekomendasi. Kalau itu belum keluar kami belum berani untuk menggunakan apron tersebut meskipun ada pesawat yang antre masuk apron lama," kata Suwarso.
Sebenarnya, Kemenhub berencana mengecek hasil pembangunan apron tersebut pada pekan kedua Januari 2017 karena apron sudah selesai pada pekan terakhir Desember 2016.
Namun rencana tersebut mengalami penundaan dan baru bisa terlaksana pada Kamis dan Jumat ini.
Menurut Suwarso, penggunaan apron baru tersebut sudah mendesak karena setiap sore sejumlah pesawat harus antre untuk masuk apron lama yang sudah tidak mampu menampung banyaknya penerbangan di Batam.
Jika apron baru bisa digunakan, kata dia, maka tidak akan terjadi lagi antrean pesawat di taxiway yang akan menurunkan dan menaikan penumpang.
"Terlebih saat cuaca kurang bagus sering pesawat berbadan besar tujuan Singapura mendarat di Batam. Sehingga apron semakin padat. Jadi dengan apron baru tersebut diharapkan bisa menjadi solusi," kata Suwarso.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan fasilitas milik BP Batam yang saat ini berbentuk Badan Usaha Bandar Udara (BUBU). Bandara tersebut sudah masuk menjadi salah satu bandara utama dan akan terus dikembangkan seiring meningkatnya pengguna transportasi udara.
"Tahun ini kami juga akan refitalisasi terminal penumpang. Sehingga akan mampu menampung lebih banyak pengguna penerbangan," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
"Sejak kemarin empat orang dari Direktorat Bandar Udara, Kemenhub sudah melakukan pemeriksaan apron baru tersebut. Termasuk sarana dan prasarannya seperti lampu penerbangannya," kata General Manager Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suwarso di Batam, Jumat.
Ia mengatakan pemeriksaan selama dua hari sebagai dasar sertifikasi terhadap apron berukuran 240 x 150 meter yang dibangun dengan anggaran Rp70 miliar.
"Pemeriksaan berlanjut hingga sore tadi. Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya tinggal menunggu sertifikasi keluar sehingga bisa digunakan untuk kegiatan penerbangan," kata dia.
Pada dasarnya menurut pemeriksaan Tim Kemenhub, kata Suwarso, apron tersebut sudah sesuai dengan ketentuan sehingga segera bisa digunakan.
"Tapi dasarnya kan tetap rekomendasi. Kalau itu belum keluar kami belum berani untuk menggunakan apron tersebut meskipun ada pesawat yang antre masuk apron lama," kata Suwarso.
Sebenarnya, Kemenhub berencana mengecek hasil pembangunan apron tersebut pada pekan kedua Januari 2017 karena apron sudah selesai pada pekan terakhir Desember 2016.
Namun rencana tersebut mengalami penundaan dan baru bisa terlaksana pada Kamis dan Jumat ini.
Menurut Suwarso, penggunaan apron baru tersebut sudah mendesak karena setiap sore sejumlah pesawat harus antre untuk masuk apron lama yang sudah tidak mampu menampung banyaknya penerbangan di Batam.
Jika apron baru bisa digunakan, kata dia, maka tidak akan terjadi lagi antrean pesawat di taxiway yang akan menurunkan dan menaikan penumpang.
"Terlebih saat cuaca kurang bagus sering pesawat berbadan besar tujuan Singapura mendarat di Batam. Sehingga apron semakin padat. Jadi dengan apron baru tersebut diharapkan bisa menjadi solusi," kata Suwarso.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan fasilitas milik BP Batam yang saat ini berbentuk Badan Usaha Bandar Udara (BUBU). Bandara tersebut sudah masuk menjadi salah satu bandara utama dan akan terus dikembangkan seiring meningkatnya pengguna transportasi udara.
"Tahun ini kami juga akan refitalisasi terminal penumpang. Sehingga akan mampu menampung lebih banyak pengguna penerbangan," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Larno
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menhub ajak masyarakat pakai kuota mudik gratis Natal dan Tahun Baru 2025/2026
22 December 2025 6:16 WIB
Menhub: Pelabuhan Letung dan Sedanau di Natuna perkuat mobilitas dan logistik
07 November 2025 13:05 WIB
Kemenhub alokasikan Rp28 miliar kembangkan Pelabuhan Selat Lampa di Natuna
14 October 2025 15:43 WIB
Kemenhub bagikan "life jacket" guna perkuat keselamatan pelayaran di Kepri
09 October 2025 10:20 WIB