Kimia Farma Ekspansi Usaha di Arab Saudi
Kamis, 20 Juli 2017 14:54 WIB
Penandatangan Perjanjian Penyertaan Modal antara PT Kimia Farma dan Al Dwaa Medical Company anak perusahaan dari Marei Binmahfouz Grup (Foto: Istimewa)
Jakarta (Antara Kepri) - PT Kimia Farma dan Al Dwaa Medical Company, anak perusahaan dari Marei Binmahfouz Grup di Arab Saudi menandatangani penyertaan modal yang disaksikan oleh Sekjen Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Sutarjo dan Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.
Keterangan yang diperoleh Antara di Jakarta pada Kamis dari Konsul Ekonomi KJRI Jeddah, Agus Muktamar menyebutkan Konjen Jeddah menyambut gembira realisasi kerja sama antara kedua belah pihak dan berharap adanya keberlanjutan sinergitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Arab Saudi.
"Sebagai Perwakilan Pemerintah Indonesia di Jeddah, saya menyambut baik penandatanganan perjanjian ini sebagai salah satu langkah awal ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri. Ke depannya, Indonesia mengharapkan agar fokus kemitraan bisa dikembangkan ke sektor yang lebih luas.
Kami siap membantu memfasilitasi dan mempertemukan dengan berbagai calon mitra di Saudi" kata Hery.
Penandatangan perjanjian itu berlangsung di kediaman Sheikh Marei Binmahfouz di Mekkah, pada Rabu (20/7).
Agus menambahkan bahwa realisasi kerja sama tersebut sangat tepat mengingat pada 28 Juli 2017, kelompok terbang pertama jamaah haji Indonesia akan tiba di Madinah. Kehadiran Kimia Farma di sekitar 30 outlet apotek di Jeddah, Mekkah, dan Madinah tentunya akan memudahkan jamaah haji untuk memperoleh penunjang layanan kesehatan terintegratif.
Pemerintah telah menyiapkan Kantor Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah dan Madinah untuk memberikan layanan kesehatan kepada para jamaah haji.
Kemitraan Kimia Farma dan Al Dwaa juga akan sangat membantu jamaah umroh Indonesia yang sampai pertengahan tahun 2017 telah mencapai angka 850.000 dan Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di Saudi. Keberadaan apotek tersebut, memberi alternatif bagi warga negara Indonesia selain apotek-apotek lainnya yang dikelola oleh pengusaha Arab Saudi, kata Agus.
Sementara itu Presiden Direktur PT Kimia Farma, Honesti Basyir, mengatakan bahwa penandatanganan tersebut merupakan keberhasilan Kimia Farma pertama dalam mengembangkan sayap di luar negeri.
"Kami gembira setelah beberapa tahun proses negosiasi, akhirnya hari ini kita mencapai titik temu. Perjanjian ini akan menjadi langkah awal bagi Kimia Farma untuk mengembangkan usaha termasuk melalui rencana pembangunan klinik dan layanan ksesehatan lainnya" ujarnya.
Dia menambahkan dengan kepemilikan saham mayoritas, Kimia Farma berharap dapat melakukan pertukaran model dan bisnis proses dengan mitra strategis.(Antara)
Editor: Dedi
Keterangan yang diperoleh Antara di Jakarta pada Kamis dari Konsul Ekonomi KJRI Jeddah, Agus Muktamar menyebutkan Konjen Jeddah menyambut gembira realisasi kerja sama antara kedua belah pihak dan berharap adanya keberlanjutan sinergitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Arab Saudi.
"Sebagai Perwakilan Pemerintah Indonesia di Jeddah, saya menyambut baik penandatanganan perjanjian ini sebagai salah satu langkah awal ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri. Ke depannya, Indonesia mengharapkan agar fokus kemitraan bisa dikembangkan ke sektor yang lebih luas.
Kami siap membantu memfasilitasi dan mempertemukan dengan berbagai calon mitra di Saudi" kata Hery.
Penandatangan perjanjian itu berlangsung di kediaman Sheikh Marei Binmahfouz di Mekkah, pada Rabu (20/7).
Agus menambahkan bahwa realisasi kerja sama tersebut sangat tepat mengingat pada 28 Juli 2017, kelompok terbang pertama jamaah haji Indonesia akan tiba di Madinah. Kehadiran Kimia Farma di sekitar 30 outlet apotek di Jeddah, Mekkah, dan Madinah tentunya akan memudahkan jamaah haji untuk memperoleh penunjang layanan kesehatan terintegratif.
Pemerintah telah menyiapkan Kantor Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah dan Madinah untuk memberikan layanan kesehatan kepada para jamaah haji.
Kemitraan Kimia Farma dan Al Dwaa juga akan sangat membantu jamaah umroh Indonesia yang sampai pertengahan tahun 2017 telah mencapai angka 850.000 dan Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di Saudi. Keberadaan apotek tersebut, memberi alternatif bagi warga negara Indonesia selain apotek-apotek lainnya yang dikelola oleh pengusaha Arab Saudi, kata Agus.
Sementara itu Presiden Direktur PT Kimia Farma, Honesti Basyir, mengatakan bahwa penandatanganan tersebut merupakan keberhasilan Kimia Farma pertama dalam mengembangkan sayap di luar negeri.
"Kami gembira setelah beberapa tahun proses negosiasi, akhirnya hari ini kita mencapai titik temu. Perjanjian ini akan menjadi langkah awal bagi Kimia Farma untuk mengembangkan usaha termasuk melalui rencana pembangunan klinik dan layanan ksesehatan lainnya" ujarnya.
Dia menambahkan dengan kepemilikan saham mayoritas, Kimia Farma berharap dapat melakukan pertukaran model dan bisnis proses dengan mitra strategis.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Mohammad Anthoni
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Kimia Farma ekspansi bisnis laboratorium dan klinik di Tanjungpinang
13 July 2023 19:36 WIB, 2023
Laboratorium medis dan klinik pratama Kimia Farma Pamedan di Tanjungpinang resmi beroperasi
13 July 2023 12:32 WIB, 2023
Menteri Kesehatan sebut tiga zat kimia berbahaya ditemukan pada obat pasien gagal ginjal akut
20 October 2022 11:24 WIB, 2022
Ahli: Pola distribusi galon guna ulang perparah paparan bahan kimia berbahaya Bisfenol A
09 July 2022 14:18 WIB, 2022
Siswa Indonesia peroleh empat medali dalam Olimpiade Kimia Internasional
04 August 2021 16:23 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB