Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat Provinsi Kepulauan Riau pada Januari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,88 persen, dengan indeks harga konsumen 133,08.

Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar kepada sejumlah wartawan di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan perhitungan itu berdasarkan inflasi yang terjadi di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

"Tanjungpinang inflasi 0,18 persen, dan Batam inflasi 0,99 persen pada Januari 2018," katanya.

Siregar mengemukakan, dari 339 komoditas yang menyusun inflasi Batam, 77 di antaranya mengalami kenaikan harga dan 32 komoditas mengalami penurunan harga. Sedangkan di Tanjungpinang, dari 341 komoditas yang menyusun inflasi, 51 di antaranya mengalami kenaikan harga.

"Di Tanjungpinang ada 34 komoditas yang harganya turun," ucapnya.

Menurut dia, inflasi gabungan dua kota tersebut disebabkan kenaikan indeks harga konsumen pada kelompok bahan makanan sebesar 3,63 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,58 persen, kelompok sandang 0,52 persen, kelompok kesehatan 0,17 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,65 persen.

Sebaliknya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa mengalami penurunan kndeks harga konsumen, masing-masing sebesar 0,22 persen dan 0,74 persen.

"Indeks harga konsumen gabungan Batam dan Tanjungpinang pada Januari 2018 mengalami kenaikan indeks dari 131,92 pada Desember 2018 menjadi 133,08," ujarnya.

BPS mencatat dari 23 kota indeks harga konsumen di Sumatra, tercatat sebanyak 21 kota mengalami inflasi, dengan inflasi terendah di Tanjungpinang 0,18 persen, dan inflasi tertinggi Lampung 1,42 persen. (Antara)

Editor : Pradanna