Sebelas tersangka teroris ditangkap
Kamis, 22 Februari 2018 3:18 WIB
Ilustrasi: Polisi bersenjata melakukan penjagaan di rumah Sidik (33), terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror, di Desa Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas, Jateng. (ANTARA/Idhad Zakaria)
Kuala Lumpur (Antaranews Kepri) - Polisi Malaysia mengatakan bahwa 11 warga Malaysia dan Filipina yang diduga memiliki hubungan dengan organisasi teroris, termasuk kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina selatan, ditangkap.
Ke-11 tersangka ditangkap dalam operasi polisi dari 24 Januari sampai 6 Februari, kata kepala polisi nasional Mohamad Fuzi Harun. Di antara mereka, 10 orang ditangkap di negara bagian Sabah di Kalimantan Utara, berbatasan dengan Filipina selatan.
Dua warga Malaysia dan tiga warga Filipina ditangkap dalam operasi pertama. Seorang Filipina berusia 39 tahun telah menerima pelatihan senjata di Filipina selatan.
Dia menerima perintah dari seorang pemimpin Negara Islam senior (IS) di Filipina selatan untuk membawa beberapa militan bergabung dengan kelompok ISIS di Zamboanga via Malaysia.
Empat lainnya membantu dia menyelundupkan militan asing ke Filipina selatan, kata Mohamad Fuzi.
Mohamad Fuzi menyampaikan, tiga pria Filipina dan seorang wanita Malaysia ditangkap pada awal Februari, termasuk seorang pria berusia 27 tahun, seorang anggota senior kelompok militan Abu Sayyaf yang berbasis di Basilan, Filipina selatan.
Ia menambahkan bahwa operasi selanjutnya adalah melakukan penangkapan terhadap seorang pria Filipina berusia 49 tahun, yang memegang status penduduk tetap Malaysia dan bekerja sebagai sopir taksi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari 10 tersangka, kelompok Abu Sayyaf berusaha membentuk sel teror di Sabah untuk mengatur masuknya militan ISIS di Asia Tenggara ke Filipina selatan, sementara sel teror yang sama nantinya akan digunakan untuk melancarkan serangan. di Sabah.
Tersangka lainnya adalah seorang pria Malaysia berusia 34 tahun, ditangkap saat deportasi kembali ke Malaysia dari Singapura, di mana dia ditangkap oleh pihak berwenang Singapura karena berusaha pergi ke Suriah untuk bergabung dengan IS di sana. Demikian Kantor Berita Xinhua. (Antara)
Editor : Pradanna Putra
Ke-11 tersangka ditangkap dalam operasi polisi dari 24 Januari sampai 6 Februari, kata kepala polisi nasional Mohamad Fuzi Harun. Di antara mereka, 10 orang ditangkap di negara bagian Sabah di Kalimantan Utara, berbatasan dengan Filipina selatan.
Dua warga Malaysia dan tiga warga Filipina ditangkap dalam operasi pertama. Seorang Filipina berusia 39 tahun telah menerima pelatihan senjata di Filipina selatan.
Dia menerima perintah dari seorang pemimpin Negara Islam senior (IS) di Filipina selatan untuk membawa beberapa militan bergabung dengan kelompok ISIS di Zamboanga via Malaysia.
Empat lainnya membantu dia menyelundupkan militan asing ke Filipina selatan, kata Mohamad Fuzi.
Mohamad Fuzi menyampaikan, tiga pria Filipina dan seorang wanita Malaysia ditangkap pada awal Februari, termasuk seorang pria berusia 27 tahun, seorang anggota senior kelompok militan Abu Sayyaf yang berbasis di Basilan, Filipina selatan.
Ia menambahkan bahwa operasi selanjutnya adalah melakukan penangkapan terhadap seorang pria Filipina berusia 49 tahun, yang memegang status penduduk tetap Malaysia dan bekerja sebagai sopir taksi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari 10 tersangka, kelompok Abu Sayyaf berusaha membentuk sel teror di Sabah untuk mengatur masuknya militan ISIS di Asia Tenggara ke Filipina selatan, sementara sel teror yang sama nantinya akan digunakan untuk melancarkan serangan. di Sabah.
Tersangka lainnya adalah seorang pria Malaysia berusia 34 tahun, ditangkap saat deportasi kembali ke Malaysia dari Singapura, di mana dia ditangkap oleh pihak berwenang Singapura karena berusaha pergi ke Suriah untuk bergabung dengan IS di sana. Demikian Kantor Berita Xinhua. (Antara)
Editor : Pradanna Putra
Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Kepri minta semua pihak waspada potensi teror saat Natal dan Tahun Baru
20 December 2025 9:09 WIB
Menko Polkam: Polri dan TNI dalami ledakan di SMAN 72 didalami, belum tentu aksi teroris
07 November 2025 16:10 WIB
Densus Antiteror 88 tangkap 3 warga terduga teroris di Palu dan Ampana
19 December 2024 12:26 WIB, 2024
Fasilitas perusahaan dirgantara Turki di Ankara diserang sekelompok teroris
24 October 2024 6:30 WIB, 2024
Lebih dari 50 orang tewas dalam serangan teroris di Balochistan-Pakistan
27 August 2024 8:24 WIB, 2024
Serangan teroris di Dagestan, Rusia, tewaskan 6 polisi dan seorang pendeta
24 June 2024 10:18 WIB, 2024
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
NASA berencana manfaatkan AI dan drone untuk bangun pangkalan permanen di Bulan
01 June 2026 11:30 WIB